Merangkai Pulau, Menebar Hidayah: Dewan Dakwah Kepri Lepas 8 Da’i untuk Kepri

Ketua Umum Dewan Dakwah Kepulauan Riau dalam penyampainnya (Sumber :Istimewa)

TANJUNGPINANG, PIJARKEPRI.COM – Dewan Dakwah Kepulauan Riau (Kepri) melepas delapan Da’i dan Da’iyah untuk ditugaskan di sejumlah daerah kepulauan, Minggu (17/8/2025), bertempat di Gedung Insan Cita, Tanjungpinang. Kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional pelepasan 225 da’i di 175 titik seluruh Indonesia.

Ketua Dewan Dakwah Kepri, Dr. Suryadi, MH, menjelaskan, pengiriman para da’i ini sejalan dengan lima visi besar dakwah yang diusung Dewan Dakwah.

Bacaan Lainnya

“Pertama, menjaga akidah umat. Kedua, menegakkan syariah. Ketiga, mengukuhkan ukhuwah. Keempat, menjaga NKRI. Dan kelima, memperkuat solidaritas umat Islam. Semua itu menjadi ruh dakwah yang kami jalankan. Harapannya, kebaikan yang Allah turunkan di setiap titik wilayah akan memberi manfaat, bukan hanya bagi umat di Kepri, tapi juga bagi seluruh alam,” ungkapnya.

Para da’i yang dilepas di Kepri merupakan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir Jakarta. Kampus ini, kata Suryadi, merupakan aset besar Dewan Dakwah untuk melahirkan kader dakwah yang siap mengabdi.

“Mereka telah ditempa dengan pembekalan yang memadai, sehingga saat turun ke tengah masyarakat, mereka sudah siap secara keilmuan, mental, dan spiritual,” ujarnya.

Untuk Kepri, delapan da’i ini akan ditugaskan di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Karimun. Sementara Kabupaten Natuna seyogianya juga menjadi lokasi penempatan, namun karena alasan teknis, penugasannya ditunda.

Tahun ini, kegiatan mengangkat tema “Merangkai Pulau, Merajut Ukhuwah, Menebar Hidayah.” Tema itu, jelas Suryadi, berangkat dari kondisi geografis Kepri yang memiliki 2.048 pulau.

“Dengan tema ini, kami ingin merangkai pulau-pulau itu melalui dakwah. Dari pulau ke pulau, ukhuwah Islamiyah kita rajut, dan dari ukhuwah itu kita tebarkan hidayah. Insya Allah, dengan itu Allah akan menurunkan kebaikan, bukan hanya untuk masyarakat Kepri, tetapi juga untuk umat manusia secara umum,” tuturnya.

Meski demikian, medan dakwah di Kepri tidaklah mudah. Wilayah hinterland masih minim pembangunan, terbatas fasilitas, dan masyarakatnya relatif lemah dalam hal pendidikan. Hal itu, menurut Suryadi, menuntut keikhlasan dan kesiapan mental yang kuat dari setiap da’i.

“Seperti yang pernah disampaikan Ustadz H. Said Nong Ali , da’i perlu membawa ‘DUIT’: Doa, Usaha, Ikhlas, dan Tawakal. Dengan empat bekal itu, insya Allah para da’i mampu menjalankan amanah di wilayah-wilayah terpencil,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suryadi menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Ia menganalogikan hubungan ini dengan sejarah Islam.

“Alhamdulillah, pemerintah daerah mendukung. Kami berharap dukungan ini bisa terwujud secara nyata. Da’i-da’i yang kami kirim ini ibarat kaum muhajirin, sedangkan masyarakat setempat adalah ansar. Jika keduanya bekerja sama, insya Allah hidayah Allah akan tercurah dan kebaikan akan hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Ketua Dewan Dakwah Kepri ini menyampaikan harapan agar program dakwah dapat terus berjalan berkesinambungan.

“Harapan kami, program ini berjalan baik dan mendapat ridha Allah SWT. Semoga pemerintah daerah semakin bersinergi, masyarakat bisa menerima para da’i dengan tangan terbuka, dan semua pihak merasakan manfaatnya. Dengan begitu, kebaikan Allah akan mengalir, bukan hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi para da’i yang mengabdi,” pungkasnya.

Pewarta : Kafabihi

Pos terkait