Temu Nelayan dan Akademisi Bersama Menteri KKP di Kawasan Minawisata Kampung Ikan Madong

Selasa Cerah di Kampung Madong, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono hadir dalam rangka kunjungan kerja Menteri di Kota Tanjungpinang. Kunjungan Kerja Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Rangka Bulan Cinta Laut serta Temu Nelayan dan Akademisi di Kawasan Minawisata Kampung Ikan Madong – Sungai Nyirih.

Koordinator kegiatan yang juga Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH, Dr. Ir. T. Ersti Yulika Sari, S.Pi., M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa ada dua agenda yang diusung dalam kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan, yaitu Pengembangan Kampung Ikan Madong – Sei Nyirih serta Temu Nelayan dan Akademisi; Kegiatan Aksi Bulan Cinta Laut.

Menteri Kelautan dan Perikanan dalam sambutannya menekankan pada lima program prioritas KKP, yaitu Memperluas wilayah konservasi dengan target 30%; Penangkapan ikan di laut akan diatur dengan menerapkan kebijakan penangkapan ikan secara terukur berbasis kuota di 6 zona penangkapan ikan yang ditentukan; Pembangunan budidaya yang ramah lingkungan di wilayah laut, pesisir, dan perairan darat; Menjaga wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terhadap potensi kerusakan akibat kegiatan ekonomi yang tidak terkendali; dan Penerapan program “Bulan Cinta Laut”.

Berkait dengan agenda kegiatan kunjungan kerja MKP dan lima program prioritas, Pengembangan Kampung Ikan Madong – Sei Nyirih merupakan bagian dari menghadirkan kawasan konservasi perairan yang diharapkan dapat mencapai 30% dan juga sebagai upaya menjaga wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terhadap potensi kerusakan akibat kegiatan ekonomi yang tidak terkendali.

Kegiatan aksi Bulan Cinta Laut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas KKP dan sebagai upaya menjadikan Kampung Ikan Madong – Sei Nyirih menjadi Kawasan minawisata yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan. Aksi Bulan Cinta Laut diisi dengan menjaring sampah plastik di perairan yang diikuti oleh Bapak Menteri Sakti Wahyu Trenggono bersama nelayan.

Sebanyak 79 orang nelayan telah mengumpulkan sampah di perairan pada periode 1-18 Oktober 2022 dan terkumpul 1.542 kg sampah plastik. Pada kesempatan yang sama, Bapak MKP juga melakukan restocking ikan kakap putih sebanyak 2.323 ekor berukuran 7-8 cm ke perairan.

Dikatakan oleh bu Dekan FIKP bahwa Kampung Ikan Madong merupakan kampung binaan pengembangan wilayah berbasis kelautan dan perikanan bercirikan kepulauan yang digagas oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH.

Pengembangan Kampung Madong berbasis pada realitas ekosistem dari hasil riset, melibatkan banyak pemangku kepentingan sehingga tercipta sinergi hulu dan hilir serta berdampak luas dari penciptaan kegiatan ikutannya baik di perikanan tangkap, budidaya, pengolahan, serta kegiatan lainnya di sektor hilir.

Bahkan pengembangan ke depan akan mengarah pada konsep minawisata dengan wilayah pengembangan diperluas ke Kampung Sei Nyirih yang masih berada pada satu satuan ekosistem pesisir dengan karakter fisik alam dan masyarakat yang sama. Kampung Sei Nyirih nantinya dapat dikembangkan menjadi destinasi ekowisata serta kawasan mangrove akan menjadi kawasan laboratorium alam (eduwisata).

Disambung lagi oleh Ibu Dekan FIKP yang energik ini bahwa pengembangan Kampung Madong dan Sei Nyirih memerlukan dukungan banyak sektor dan pihak sebagai wujud nyata kerja sama erat dari para pemangku kepentingan dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia, khususnya Kepulauan Riau; dan FIKP UMRAH siap menjadi backbone dalam membangun sinergitas antar pemangku kepentingan, pelaku, dan para pihak untuk pengembangan Kampung Madong dan Sei Nyirih ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *