
PIJARKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Lingga memprioritaskan pembangunan jembatan disejumlah daerah wilayah kepulauan di daerah itu pada 2021. Pelabuhan Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun merupakan satu di antara pelabuhan yang akan diprioritaskan untuk dibangun.
Kepala Dinas Perhubungan Lingga, Selamat, di Lingga, Senin (6/7/2020), mengatakan pembangunan Pelabuhan Tanjung Kelit direncanakan pada 2021.Tahun ini (2020) Dishub Lingga telah menyiapkan Detail Engineering Design ( DED) pelabuhan tersebut.
Ia mengatakan, Pelabuhan Tanjung Kelit akan di beton secara keseluruhan, mengingat jembatan tersebut dipergunakan masyarakat. Dishub Lingga bersedia untuk membangun di lokasi pelabuhan baru jika ketersedian lahan atas persetujuan masyarakat setempat.
“Kalau ingin membangun, kami akan tanya dulu ke masyarakat, jika masyarakat memiliki lahan yang baru, Insya Allah akan dipindahkan ke lokasi yang baru, semua tergantung masyarakat setempat nantinya,” ujarnya.
Selamat mengungkapkan, pembangunan Pelabuhan Tanjung Kelit telah direncanakan pada tahun sebelumnya. Akan tetapi pembangunan ditunda lantaran keterbatasan anggaran. Dishub Lingga mengusulkan kembali pembangunan pelabuhan tersebut di APBD Perubahan Lingga 2020.
“Insya Allah, tahun 2021 pelabuhan di Tanjung Kelit menjadi perioritas kita, selain itu, tidak hanya Tanjung Kelit, namun ada beberapa pelabuhan di kepulauan yang menjadi persinggahan Ferry atau Kapal akan menjadi prioritas, kami membangun ditahun 2021,” ungkapnya.
Masyarakat Harap Perhatian Pemerintah Bangun Pelabuhan Tanjung Kelit
Penduduk Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, Kepri, sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk membangun Pelabuhan Desa Tanjung Kelit.
Pelabuhan dengan panjang kurang lebih 80 meter pelabuhan itu dibangun ketika Tanjung Kelit masih berstatus Dusun, belum menjadi Desa seperti saat ini. Pelabuhan Tanjung Kelit merupakan salah satu pelabuhan transit yang kerap dilalui masyarakat.
Pejabat sementara Kepala Desa Tanjung Kelit, Mursidi mengatakan, kondisi Pelabuhan Tanjung Kelit, sudah banyak mengalami kerusakan. Saat ini, kondisi pelabuhan tersebut mulai dari tiang beton, lantai pelabuhan dari kayu sudah ada yang lepas, serta ujung pelabuhan sudah terlihat besi lantai.
“Pelabuhan tersebut di bangun pada tahun 2006 yang lalu, wajar saja dengan kondisi yang sudah belasan tahun sehingga banyak yang rusak,” kata Mursidi.
Dia mengutarakan keinginan masyarakat setempat agar lokasi pelabuhan tersebut dipindahkan di tempat yang baru. Lokasi pelabuhan baru Tanjung Keliy diperkirakan kurang lebih 100 meter dari lokasi pelabuhan saat ini.
Menurutnya, pemindahan lokasi pembangunan Pelabuhan Tanjung Kelit yang baru mengingat, pelabuhan yang saat ini sudah dipadati pemukiman penduduk.
Mursidi mengatakan, Pemerintah Desa Tanjung Kelit sudah dua kali mengajukan pembangunan pelabuhan yang baru pada Musrenbang. Masyarakat setempat berharap agar dibangun pelabuhan yang baru dan ditempat yang baru, apa lagi Pelabuhan Tanjung Kelit termasuk daerah transit.
“Masyarakat sudah menyediakan lahan untuk pelabuhan baru, mereka berharap pelabuhan yang baru jauh dari rumah masyarakat dan lokasinya luas, saya sempat ingin menganggarkan melalui anggaran desa, setelah di hitung-hitung anggaran desa tidak cukup untuk membangunkannya, jadi masyarakat berharap pembangunan pelabuhan itu dari Pemerintah daerah,” ungkapnya.
Pewarta : Puspandito/Aci
Editor : Aji







