
PIJARKEPRI.COM, Lingga – Sejumlah warga mendatangi kantor Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau mempertanyakan masalah Bantuan Sosial (Bansos) yang hingga saat ini belum juga mereka terima.
Lurah Sungai Lumpur, Ahmad Bayhaki, Rabu, (3/6/2020) mengatakan, warga menanyakan mengenai Bansos yang belum mereka terima sama sekali, sementara warga lainnya sudah menerima bansos tersebut.
Ia mengatakan, seperti diketahui Bansos tersebut ada dari Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Lingga dan Kelurahan melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Selain itu terdapat juga bantuan berbentuk bahan pokok dan dana tunai.
Lurah yang akrab disapa pak Bay ini menjelaskan, bahwa nama warga yang hadir dalam pertemuan tersebut sudah diusulkan ke Bansos Provinsi.
Bay mengatakan, Bansos Provinsi tersebut sudah didengungkan dalam bentuk bahan pokok. Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak kecamatan, kemungkinan bantuan tersebut disalurkan secara bertahap.
“Namun setelah kita memberikan penjelasan, akhir_nya mereka juga bisa mengerti, hanya kita berharap mereka untuk bersabar,” kata Ahmad Bayhaki saat ditemui Pijarkepri.com diruang kerjanya, Kamis (4/6/2020) pagi.
Bayhaki mengutarakan, Kelurahan Sungai Lumpur bersama Kecamatan Singkep tetap memperjuangkan supaya semua warga Sungai Lumpur mendapatkan bantuan.
“Maka_nya kami juga meminta data kembali kepada pak RT/RW,” ujarnya.
Bayhaki juga mengakui bahwa pendistribusian sebagjan Bansos sebelumnya lambat. Keterlambatan itu dikarenakan saat pengambilan agregat data kependudukan dari Catatan Sipil (Capil), mengingat agregat Capil tersebut proses kependudukan, langsung ke Capil tidak melalui RT/RW lagi.
Keterlambatan pendistribusian dinilai dari proses pemisahan pendataan untuk penduduk datang dan penduduk pindah, sehingga RT/RW banyak yang tidak terdata. Seketika penduduk yang tidak terdata ternyata sudah memiliki Kartu Keluarga.
“Dalam hal ini, kita tidak menyalahkan RT/RW maupun Capil, tapi yang salah itu adalah warga, seharusnya warga yang pindah datang setelah memiliki KK, mereka segera melapor kepada RT/RW, namu warga kita banyak pasif dalam hal ini,” imbuhnya. (Aci)







