[Video] Pernyataan Resmi Satu Orang Positif Corona di Tanjungpinang

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kepulauan Riau saat konfrensi pers penanganan kasus corona di Tanjungpinang, Selasa (17/3/2020)

https://youtu.be/DFhC_GABC0g

PIJARKEPRI.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kepulauan Riau menyatakan satu warga Tanjungpinang positif terhidap Covid 19.

Kadis Kesehatan Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana, yang juga anggota Gugus Tugas Covid-19 Kepualuan Riau, di BPBD Kepri, Selasa (17/3) mengimbau agar warga yang melakukan atau pernah kontak langsung dengan pasien tersebut dapat melaporkan ke Dinas Kesehatan Tanjungpinang atau Rumah Sakit setempat.

Pasien positif Covid-19 tersebut merupakan penduduk Tanjungpinang berusia 71 tahun yang berprofesi sebagai pedagang tahu di Pasar KUD, Tanjungpinang. Gugus Tugas Covid-19 Kepualuan Riau sudah mengisolasi pasien positif Covid-19 tersebut di Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang.

“Bagi yang tau ini dan merasa peranh kontak dengan pasien segera melapor ke rumah sakit atau Dinkes semakin baik melapor semakin baik memutuskan mata rantai penularan. Siapapun yang merasa pernah kontak, akan kita karantina nanti,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam yang juga anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Kepulauan Riau sudah mendata dan memeriksa 124 orang yang berhubungan langsung dengan pasien positif Covid-19 tersebut.

Petugas kesehatan telah memeriksa 82 pekerja pelabuhan, 8 ABK Kapal, 9 penumpang kapal dan 25 orang terdekat dan tim medis. Tim medis masih memilah sejumlah orang yang akan dikarantina terkait berhubungan langsung dengan pasien positif Covid-19 tersebut.

“Kami sudah menelusuri kontak seluas mungkin hingga tadi malam terdapat diidentifikasi keluarga dan hubungan dekat dengan pasien sebanyak 20 orang, ini sudah di karantina di belakang Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib,” ungkapnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Riau memprediksi orang yang kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 di Tanjungpinang itu akan bertambah. Pemerintah siap memfasilitasi bagi siapa saja yang melapor pernah kontak langsung dengan pasien tersebut.

“Perkiraan bisa terus berkembang. Perintah Pak Gubernur dan Pak Walikota orang-orang yang kontak langsung dengan pasien ini harus mendapatkan observasi yang memadai. Kami akan lakukan pengukuran suhu bahkan sampai mengkarantina,” ungkapnya.

Berdsarkan hasil penyelidikan epidemiologi Dinas Kesehatan Tanjungpinang terhadapan pasien positif Covid-19 tersebut berawal pada 5 Maret 2020. Pasien tersebut berangkat dari Tanjungpinang menuju Malaysia untuk berobat di salah satu Rumah Sakit, di Situlang Laut.

“Sebetulnya tidak ada kaitan dengan inveksi Covid-19, penyakitnya hipeternsi dan teroid, sore itu juga, 5 Januari kembali ke Tanjungpinang,” ungkapnya.

Namun berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, gejala kuat terinveksi Covid-19 dirasakan pasien tersebut pada 10 Maret 2020. Kondisi pasien tersebut mengalami peningkatan pada 12 Maret 2020 berupa demam, batuk, sakit tenggorokan dan mual-mual.

“Selanjutnya ke Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib di isolasi tanggal 14 Maret 2020, di ambil sample, dan hasilnya baru diumumkan pada hari ini. Pasien tersebut positif Covid-19,” ungkapnya.

Hingga saat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kepulauan Riau terus berupaya menangani penyebaran virus corona. Masyarakat diharapkan dapat melaporkan langsung ke Rumah Sakit setempat atau Dinas Kesehatan jika pernah kontak langsung dengan pasien positif covid19 tersebut ke nomor layanan 081378790002.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kepulauan Riau Bidang Kesehatan, Tjetjep Yudiana menyebutkan, selain satu orang penduduk Tanjungpinang positif Covid-19 dan tengah di isolasi di Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib terdapat 29 Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Tanjungpinang, 60 orang di Batam, 6 orang di Bintan dan 17 orang di Karimun.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Tanjungpinang sebanyak 6 orang, 18 orang di Batam, 2 orang di Kepulauan Anambas dan 1 orang di Natuna.

Tjetjep mengatakan fasilitas pencegahan Covid-19 di Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang terbatas. Terdapat 14 kasur untuk pasien PDP Covid-19 di rumah sakit itu.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak dapat memastikan ketersedian sarana dan prasarana penanganan Covid-19 dapat teratasi jika sewaktu-waktu jumlah ODP dan PDP Covid-19 di Kepri meningkat.

“Untuk saat ini SOP di RSUD Kepri sudah standar WHO, terdapat 14 kasur untuk PDP. Jika kurang kita masih ada Rumah Sakit Kota Tanjungpinang dan RSAL yang siap membantu. Kita berharap semoga masalah ini cepat teratasi,” ujarnya

Pewarta : Aji Anugraha

Pos terkait