Ini Ruas Jalan di Dabo Singkep yang Tidak Boleh Belok Kiri

LLAJ dan Satlantas Sosialisasi Rambu Belok Kiri

LLAJ dan Satlantas Polres Lingga saat sosialisasi belok kiri di lampu merah, di Simpang 4 Wisma Ria Dabo Singkep. (Foto: aci)

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Mulai hari ini, Senin (6/1/2020) pengendara kendaraan bermotor di Dabo Singkep, Lingga, Kepulauan Riau tidak dibenarkan untuk belok kiri, melainkan diharuskan mengikuti lampu Isyarat jalan yang sudah ditentukan petugas.

Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga bekerja sama Polres Lingga, menempatkan peraturan untuk mengikuti rambu-rambu jalan tersebut meliputi daerah, jalan Garuda dari arah Telex.

Kepala Seksi (Kasi) LLAJ Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga, Adi Sutisna mengatakan, jika sebelumnya saat melewati jalan Garuda dari arah Telex tiba di lampu merah, pengendara yang hendak menuju Implasmen boleh belok kiri.

“Sekarang bila kita melirik sedikit ke tanda peringatan berwarna biru yang ada di tiang lampu merah tersebut, ada tertulis “Belok Kiri Ikuti Isyarat Lampu”,” ungkapnya, saat melaksanakan sosialisasi tidak boleh belok kiri di lampu merah, di Simpang 4 Wisma Ria, Dabo Singkep.

Ia mengatakan, sosialisasi bagi pengendara kenderaan yang akan belok kiri tersebut, agar mengikuti isyarat lampu lalu lintas. Sosialisasi tersebut akan dilaksanakan selama 30 hari kedepan.

“Ketentuan Undang-Undang Lalu Lintas No.22, Pasal 112, Ayat 3, Tahun 2009, tentang larangan belok kiri langsung, karena masih sosialisasi maka petugas LLAJ dan Polantas di lapangan belum memberikan sanksi bagi yang melanggar,” kata Adi Sutisna.

Dari rekayasa lalu lintas, jelas Adi, antara Dishub dan Satlantas Polres Lingga, pengendara dari arah Telex ke arah Implasmen tidak boleh lagi belok kiri, begitu juga pengendara dari arah Lapangan Merdeka yang akan menuju Setajam, harus ikut isyarat lampu.

Rekayasa lalu lintas ini, lanjut Adi, guna menghidari kecelakan, karena jika boleh belok kiri sementara kenderaan berhenti di lampu merah, tentu pengendara yang akan belok kiri akan ke kanan, tidak menyadari kenderaan yang datang dari depan, selain itu, kenderaan roda 4 sering Over Demensi Over Loding (Odol).

“Sosialisasi ini akan kita laksanakan pagi dan sore, kita berharap kepada pengendara untuk mengikuti aturan dan patuhi aturan, Insya Allah selamat,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Lingga, AKBP Joko Adi Nugroho melalui KBO Satlantas Polres Lingga, Ipda Ardhi mengatakan, jika kemarin kita lihat isyarat belok kiri jalan terus, melihat situasi yang berkembang sekarang ini, karena seringnya terjadi kecelakaan yang diakibatkan rambu tersebut, ditambah dengan kondisi jalan kita yang tidak memungkinkan untuk rambu tersebut, sehingga pihak Dishub memasang rambu belok kiri ikut isyarat lampu, artinya jika lampunya merah, yang belok kiri pun harus berhenti.

Saat ditanya apakah akan ada penindakan setelah sosialisasi ini, Ardhi menyebutkan, pada dasarnya setiap yang melanggar aturan rambu lalu lintas akan ada penindakan, karena bisa menyebabkan kecelakaan.

“Jika melanggar pasti kita tidak dengan cara penilangan, dan nanti pun kami akan ke sekolah-sekolah mensosialisasikan tentang rambu-rambu ini.

“Bagi masyarakat Lingga khusus nya Dabo Singkep, agar mentaati semua aturan dan rambu lalu lintas yang telah ada, minggu depan kita sudah mulai melakukan pengecekan surat-surat kenderaan, dan kita melaksanakan ini untuk mengurangi angka kecelakaan,” tutupnya. (Aci)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *