Penyelundupan Narkoba, Pengamat Intelijen : Pengamanan Jalur Maritim Kepri Perlu Diperkuat

Analis Intelijen Dan Terorisme, Mahasiswa Doktoral Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta. (foto: doc.pijarkepri.com)

Analis Intelijen Dan Terorisme, Mahasiswa Doktoral Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta. (foto: doc.pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM – Pengamat Intelijen dan Teroris Universitas Indonesia, Stanislaus Rianta mengatakan pengamanan jalur perdagangan maritim di Kepulauan Riau perlu diperketat dari perdagangan narkoba jaringan Internasional.

Kepulauan Riau merupakan gerbang maritim Indonesia. Daerah ini dinilai menarik untuk jalur distribusi perdagangan narkoba lintas negara, dikarenakan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Singapura, Malaysia, Tailand, Filipina, Vietnam dan Kamboja.

“Daerah maritim Riau memang sangat menarik untuk dijadikan jalur perdagangan narkoba. Jika melihat posisinya maka ini menjadi jalur narkoba dari Malaysia-Indonesia,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan pristiwa pengungkapan kasus penyelundupan narkoba Kepolisian Daerah Kepulauan Riau dan jajaran disekitarnya, sejumlah penyelundupan distribusi Narkoba melewati alur perbatasan yakni, Kepulauan Riau.

“Jalur maritim di Riau sangat menarik karena banyak celah yang bisa digunakan untuk mengelabui aparat keamanan,” ungkapnya.

“Modus yang digunakan seperti menggunakan speed boat sudah terjadi,” tambahnya.

Baca Juga : Polisi Tembak Mati Sindikat Jaringan Narkoba Internasional

Pengamat menilai terbatasnya aparat keamanan yang menjaga luasnya area maritim di Riau, Kepulauan Riau membuat celah kerawanan untuk jalur perdagangan narkoba semakin besar.

Pemerintah dinilai tidak hanya perlu memperketat pengamanan untuk memperkuat penjagaan, akan tetapi juga menambah personel dan bekerjsama dengan aparat keamanan negara tetangga sesuai dengan hukum kedaulatan setiap negara.

“Kerjasama dengan Malaysia dan Singapura perlu dilakukan terutama untuk menjaga di masing-masing wilayah dan patroli bersama, tentunya dengan tetap menghormati kedaulatan wilayah dan hukum masing-masing,” ungkapnya.

Dalam analisanya, peredaran narkoba lebih banyak pada kepentingan bisnis, namun tidak menutup kemungkinan ada skenario lain terutama untuk merusak generasi muda.

Pengamat politik menilai, Narkoba termasuk salah satu ancaman serius bagi Indonesia, Pemerintah dinilai perlu memepersiapkan stretegi untuk mencegah dan menangkalnya, salahsatunya dengan cara memperkuat pengamanan jalur perdagangan.

“Pengamanan perlu dikuatkan lagi mengingat ancaman narkoba ini cukup serius,” ungkapnya.

Baca Juga : Polres Tanjungpinang Tangkap Kurir 25 Kilogram Sabu Jaringan Internasional

Berdasarkan catatan pijarkepri.com TNI AL, Bea Cukai menangkap penyelundupan Narkotika sebanyak 1,037 ton sabu di Selat Philip pada 7 Februari 2018. Pasokan narkotika ini didistribusikan dari bandar besar di Malaysia. Pemerintah Indonesia menghukum mati para tersangka.

Belum lama ini Satgas 2 Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Dit Resnarkoba Polda Kepri dan Polres Tanjungpinang menangkap para pelaku dan barang bukti penyelundupan Narkotika jenis sabu seberat 12,200 kg brutto, 220 Butir Pil Ekstasi, Happyfive 550 Butir (55 Strip).

Polisi melakukan pengembangan dan berhasil membekuk Inisial AK, seorang warga Negara Malaysia dan juga merupakan Napi di Lapas Tanjungpinang yang berperan mengendalikan jalur masuk dan pendistribusian barang Haram tersebut.

Ditresnarkoba kembali mengamanakan 1,5 kg Narkotika jenis sabu dari seorang laki-laki berinisial T, di Pantai Terih, Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, Kamis, 14 November 2019. T merupakan lekerja imigran indonesia ilegal yang baru tiba dari Malaysia.

Berlanjut hingga akhir tahun ini, Kepolisan Resor Tanjungpinang menangkap 4 pria merupakan kurir Narkotika jenis sabu seberat 25 kilogram jaringan internasional dari Malaysia tujuan penyebaran Indonesia.

Polisi mengatakan empat tersangka merupakan kurir yang dikendalikan seorang Napi di Lapas Jambi yang berkoordinasi dengan seorang bandar di Malaysia.

Pewarta : Aji Anugraha
Editor : Alasahari

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top