'

Bos Kapal Karet Ditemukan Tewas

Jasad Abeng, Bos Kapal pengangkut bahan mentah karet Bengkalis-Bintan saat dievakuasi. Aebng ditemukan tewas di tepian kapal miliknya, di tepian Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Bintan. (Foto: PHP-pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM, Bintan – Hardy alias Abeng (43), Bos KM Mega Pelita, kapal pengangkut bahan mentah karet ditemukan tewas di tepian Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Bintan, Kepulauan Riau, Senin, 21 Oktober 2019, pukul 07.30 Wib.

Abeng ditemukan buruh pekerja pelabuhan mengapung di laut, tepat di tepi kapal miliknya, KM Mega Pelita, mengenakan celana pendek berwarna hitam, baju kaos hitam bergambar dengan tangan terkepal.

Hardy Alias Abeng merupakan seorang pria kelahiran Ketam Putih / 03 Mei 1976, Wiraswasta, Budha, beralamat Jl. Hr. Seobrantas Rt/Rw 003/001 Kelurahan Wonosari Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis, Riau.

Berdasarkan keterangan yang diterima Polres Bintan dari tiga saksi, yakni para anak buah kapal KM Mega Pelita, Samsir Als Asir (27), mengatakan, Abeng merupakan pemilik kapal Km. Mega Pelita.

Ia mengatakan, sudah 2 tahun bekerja bersama Abeng di KM Mega Pelita pengangkut bahan mentah karet dari Kabupaten Bengkalis menuju ke Pelabuhan Sri Bayintan Kijang.

Dia mengaku, terakhir kali bertemu Abeng pada Minggu, 20 Oktober 2019 sekira pukul 19.00 wib di Kapal KM. Mega Pelita yang bersandar di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang

Masih berdasarkan keterangan Samsir, dia melihat sosok mayat di samping KM Mega Pelita ketika bergeser dari pelabuhan Sri Bayintan Kijang, pukul 07.30 wib. Diketahui mayat pria itu adalah Abeng.

“Saksi melihat lebih dekat dan saksi mengetahui bahwa sesosok mayat tersebut adalah bos nya yang bernama Hardy Als Abeng. Saksi menerangkan korban orangnya tertutup dan jarang berbicara dengan saksi beserta anak buah kapal yang lainnya,” tulis Paur Humas Polres Bintan.

Sementara berdasarkan, Iwanto (25), yang merupakan ABK kapal KM Mega Pelita mengetahui mayat tersebut adalah bos nya, Abeng. Dia mengaku terakhir bertemu Abeng saat membagikan upah trip ABK, Minggu, 20 Oktober 2019 sekira pukul 19.00 Wib. Abeng juga dikenal tertutup dengan anal buahnya.

“Saudara Abeng orangnya tertutup jarang berkomunikasi dengan ABK kapal yang mana sdara Abeng berkomunikasi dengan ABK jika hal penting mengenai pekerjaan saja,” ujanya.

Iwanto juga menerangkan, Abeng sebelumnya tidak punya permasalahan dengan orang lain maupun dengan pekerja di Kapal tersebut. Dia juga tidak mendapati hal yang mencurigakan sebelum ditemukannya Abeng tewas dipinggir kapal.

Begitu juga dengan keterangan Hermansyah, tak jauh berbeda dengan kesaksian Irwanto dan Syamsir. Ketiganya tak mengetahui apa motif dibalikil kematian Abeng.

Polsek setempat kemudian membuat permintaan Visum Et Refertum dan berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Bintan menggelar olah TKP bersama Identifikasi Polres Bintan.

Berdasarkan Hasil Visum Et Refertum pemeriksaan luar secara Lisan oleh dr. Wilson.S.L RSUP Tanjungpinang, terdapat memar dibagian dahi kanan jasad Abeng, luka robek kecil dikening bagian samping kanan, terdapat luka lecet pada kedua lengan, kaku mayat hingga ke ujung jari-jari, lebam mayat di bagian punggung, tangan, kaki dan kepala, memar pada bagian leher, luka-luka yang terjadi adalah curiga benturan tumpul pada saat jatuh ke laut.

Dokter RSUP Tanjungpinang menyatakan, Abeng diperkirakan meninggal lebih dari delapan (8) jam sebelum pemeriksaan. Saat ini jenazah Abeng berada di RSUP KM. Tanjungpinang.

Pewarta : Aji Anugraha
Editor : Alashari

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top