Polisi Selidiki Penyebab Jembatan 2 Dompak Keropos

Petugas Satlantas Polres Tanjungpinang saat menutup akses jalan jembatan penghubung 2 Pulau Dompak, Rabu 7/8 lantaran dinilai mencrmaskan. Ruas tiang penyanggah jembatan kropos, dinilai berbahaya. (foto: doc pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Satreskrim Polres Tanjungpinang tengah menyelidiki penyebab keroposnya sejumlah tiang jembatan 2 penghubung Pulau Dompak.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi, melalui Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie membenarkan akan menyelidiki penyebab keroposnya bangunan itu.

“Iya,” kata AKP Efendri Alie saat dikonfirmasi media ini, Sabtu (7/9/2019).

Alie mengatakan, Satreskrim Polres Tanjungpiang belum memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab terkait keroposnya jembatan 2 Pulau Dompak tersebut. Polisi tengah berkoordinasi dengan intansi pemerintah Provinsi Kepri.

“Iya, belum ada yang dipanggil baru melengkapi administrasi dan kordinasi dengan dinas PU,” ungkap Efendri Alie.

Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) Kepulauan Riau, Dianoc Rica, belum lama ini mengatakan, jika tiang jembatan itu keropos rentan rubuh. LPJK menilai, sudah seharusnya jembatan itu di rawat sebelum keropos.

“Tiang jembatan itu harus segera diperbaiki. Jangan sampai jembatan yang sudah menjadi fasilitas umum itu rubuh dan memakan korban jiwa,” ungkapnya.

Dalam pengamatannya, keroposnya tiang bawah jembatan 2 penghubung Pulau Dompak, Tanjungpinang itu dikarenakan tidak sesuai standarisasi pembangunan tiang jembatan.

“Seharusnya di dalam tiang di cor dan di cor hingga batas surut air,” ungkapnya, menjelaskan.

Dikarenakan masa perawatan merupakan wewenang pemerintah setempat, maka sudah seharusnya menjadi tanggungjawab Pemerintah Kepulauan Riau merawat dan menjaga aset tersebut.

Berdasarkan data pijarkepri.com pembangunan proyek jembatan penghubung 1,2 dan 3 Pulau Dompak merupakan salah satu paket proyek pembangunan pusat Pemerintahan Kepri di Dompak tahun jamak (2007-2010) dengan nilai pengerjaan Rp244,585 miliar.

Ketua ICTI-NGO Kepri, Kuncus Simatupang menduga adanya kesalahan di perencanaan awal pada proyek pembangunan jembatan penghubung 2 Pulau Dompak, Tanjungpinang.

Menurutnya, dengan kondisi kroposnya tiang jembatan 2 Pulau Dompak itu bisa saja akibat dari tiang pancang tidak memakai anti karat atau anti corrosion, dan derasnya alur sungai atau laut yang harus diperhitungkan, sebab, Pondasi tiang pancang (pile foundation) adalah bagian dari stukrtur yang digunakan untuk menerima dan mentrasfer (menyalurkan) beban dari stuktur atas tanah penunjang yang terletak pada kedalaman tertentu.

“ICTI-NGO Kepri tengah mengumpulkan data dan bukti-bukti.” ungkapnya.

Dikabarkan sebelumnya Satlantas Polres Tanjungpinang menutup akses jalan jembatan penghubung 2 pulau Dompak dikarenakan tiang jembatan kropos dan mengalihkan arus ke jembatan utama Pulau Dompak, pada Rabu, 7 Agustus 2019.

Persoalan jembatan keropos ini menyebar cepat dimasyarakat melalaui media sosial. Pemerintah setempat masih beragumentasi soal penyelesaian kroposnya jembatan ini sembari mengalokasikan anggaran menunggu perbaikan jembatan tersebut.

Dilansir ANTARA, pondasi Jembatan 2 Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau belum diperbaiki lantaran anggaran yang ditetapkan pada APBD Perubahan tahun 2019 tidak mencukupi.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kepri, Hendrija, di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan, anggaran yang diajukan belasan miliar rupiah untuk memperbaiki jembatan tersebut, namun hanya disetujui sekitar Rp1,9 miliar.

Dengan anggaran itu, menurut dia tidak cukup untuk memperbaiki sebagian pondasi jembatan yang sudah rusak tersebut.

“Anggaran itu digunakan untuk kajian seluruh jembatan di Pulau Dompak, yang dapat dipergunakan untuk mengambil kebijakan pada tahun mendatang,” ujarnya.

Berdasarkan hasil kajian Tim ahli dari Direkrorat Jenderal (Dirjen) Binamarga Direktur Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, jumlah tiang pondasi yang keropos sekitar 200 tiang, sementara yang mengalami korosi mencapai 50 tiang.

“Untuk kendaraan roda dua sudah diizinkan melintasi jembatan itu, namun tidak boleh konvoi,” katanya. (ANG, Antara )

Editor : Redaksi

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top