BPCB : Pemugaran Cagar Budaya Klenteng Tien Hou Kong Kangkangi Undang-Undang

Bangunan beton berdiri di Cagar budaya Klenteng Tien Hou Kong/Vihara Bahtra Sasana, di Jalan Merdeka, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (11/9/2019). (Foto : ang)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Tim pengawasan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) wilayah Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau menilai pemugaran cagar budaya Klenteng Tien Hou Kong/Vihara Bahtra Sasana, di Jalan Merdeka, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengangkangi (melanggar,red) Undang-Undang.

Tim pengawasan BPCB, Emir Rosman, dan Yusva Hendra Bahar, di Tanjungpinang, Rabu (11/9/2019) mengatakan, pemugaran cagar budaya Klenteng Tien Hou Kong tidak mengacu pada UU Nomor 5 Tahun 1992 tentang cagar budaya dan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya.

Yusva Hendra Bahar, menjelaskan, berdasarkan peninjau Tim pengawasan BPCB menemukan 50 persen pemugaran cagar budaya Klenteng Tien Hou Kong bertentangan dengan tata cara pemugaran, sebagaimana diatur dalam pasal 77 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya.

Baca Juga : [LIPUTAN KHUSUS] Video – PESILAT Tinjau Perusakan Cagar Budaya Usia 162 Tahun

Dalam Pasal 77 (1) disebutkan, pemugaran bangunan cagar budaya dan struktur cagar budaya yang rusak dilakukan untuk mengembalikan kondisi fisik dengan cara memperbaiki, memperkuat, dan/atau mengawetkannya melalui pekerjaan rekonstruksi, konsolidasi, rehabilitasi, dan restorasi. Akan tetapi, Yayasan diduga tidak melakukan amanah UU tersebut.

Dijelaskan pula dalam pasal tersebut pemugaran cagar budaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memperhatikan keaslian bahan, bentuk, tata letak, gaya, dan/atau teknologi pengerjaan, kondisi semula dengan tingkat perubahan sekecil
mungkin, penggunaan teknik, metode, dan bahan yang tidak bersifat merusak dan kompetensi pelaksana di bidang pemugaran.

“Sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya, seharusnya sebelum melakukan pemugaran diperlukan study kelayakan, rekomendasi, apakah bangunan ini layak atau tidak dilakukan perbaikan, rekomendasi itu berisi objek yang perlu diperbaiki, diperlukan studi teknis, melalu pola dan bentuk-bentuk melibatkan dari cagar budaya, arkeologi, dan arsitek,” ungkapnya.

Atas temuan itu Tim BPCB mengintruksikan pihak Yayasan menghentikan pemugaran Klenteng Tien Hou Kong/Vihara Bahtra Sasana, di Jalan Merdeka, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang.

“Langkah pertama yang kita lakukan menghentikan sementara pemugaran cagar budaya tersebut, mengembalikan kebentuk aslinya hingga dilakukan study kelayakan dan rekomendasi,” ungkapnya.

Baca Juga : BPCB Minta Pemugaran Cagar Budaya Tanpa Ahli di Tanjungpinang Dihentikan

Tim BPCB juga mangatakan, akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian jika dirasa perlu terkait dugaan pelanggaran pemugaran cagar budaya Klenteng Tien Hou Kong. Akan tetapi, BPCB terlebihdahulu akan melakukan pembinaan terhadap Yayasan.

“Kita akan berkordinasi dengan pihak kepolisian jika ini dirasa perlu,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Surjadi mengatakan sudah menggelar rapat bersama, BPCB, pihak Yayasan dan Polda Kepri untuk menyelesaikan persoalan pemugaran cagar budaya tersebut.

“Tadi kami sudah koordinasi dengan pihah-pihak terkait, untuk sementara pemugaran kita hentikan, dilanjutkan hingga menunggu hasil study kelayakan BPCB,” ungkapny.

Pewarta : Aji Anugraha

Baca Juga : Benda Cagar Budaya Direnovasi Tanpa Ahli

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top