BPCB Minta Pemugaran Cagar Budaya Tanpa Ahli di Tanjungpinang Dihentikan

Tiang beton baru saja dibangun di dalam cagar budaya Klenteng Tien Hou Kong dikenal pula dengan nama Vihara Bahtra Sasana, di Jalan Merdeka, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Terlihat pula sejumlah pekerja tengah memecahkan bagian bangunan atap cagar budaya itu. (Foto: aji anugraha/pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) wilayah Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpiang menghentikan pemugaran cagar budaya Klenteng Tien Hou Kong dikenal pula dengan nama Vihara Bahtra Sasana, di Jalan Merdeka, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Kepala Seksi Pelindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB wilayah Sumatera Barat, Riau dan Kepri, Agus Tri Mulyono, SH, saat dikonfirmasi, Senin (9/9/2019) mengatakan, pemugaran cagar budaya Klenteng Tien Hou Kong dinilai salah, dikarenakan tidak melibatkan tenaga ahli dari BPCB.

Ia mengatakan, BPCB wilayah Sumatera Barat, Riau dan Kepri sudah menyurati pemerintah setempat untuk pemugaran cagar budaya tersebut pada 2018. Akan tetapi, jika pemugaran dikerjakan sendiri, tanpa ahli akan menjadi masalah.

“Jadi ini yang sebelumnya didudukkan kembali, ya kalau sekarang sudah terjadi seperti itu harus dihentikan sementara, hingga tim ahli datang,” ungkapnya.

Agus Tri Mulyono menegaskan, BPCB wilayah Sumatera Barat, Riau dan Kepri tidak pernah diminta mengirimkan ahli untuk pemugaran cagar budaya Klenteng Tien Hou Kong.

“Tenaga ahlinya mana, kami belum pernah diminta sebagai tenaga ahli untuk pemugaran itu, kalau ada tentu kami turun untuk pemugaran itu,” ujarnya.

Agus menjelaskan, tenaga ahli sangat diperlukan dalam proses pemugaran, agar ahli dapat menentukan perlu atau tidak bagian-bagian kontruksi bangunan cagar budaya tersebut melalui penelitian terlebih dahulu dan sesuai dengan surat rekomendasi yang diberikan BPCB kepada Disbudpar Tanjungpinang.

“Ya perlu, karena pemugaran itu sendiri kan tidak melakukan renovasi secara keseluruhan, bagian-bagian tertentu dari surat kami itu sudah jelas, bagian-bagian tertentu yang perlu diganti ya diganti, kalau yang gak perlu ya gak perlu diganti,” ungkapnya.

“Yang jelas kalau seperti itu berarti study kelayakannya belum ada, jadi kalau sementara masyarakat tidak tau ya itu kesalahan mereka, yang sekarang diketahui direnovasi tanpa ahli kita minta dikembalikan kebentuk aslinya,” tambahnya, tegas.

Serpihan bebatuan dari patung naga yang terdapat diatas Kelenteng Tien Hou Kong dikenal pula dengan nama Vihara Bahtra Sasana, di Jalan Merdeka, setelah dilepaskan buruh, belum lama ini. (Foto: istimewa/doc.pijarkepri.com)

BPCB wilayah Sumatera Barat, Riau dan Kepri menilai persoalan pemugaran cagar budaya Klenteng Tien Hou Kong dikenal pula dengan nama Vihara Bahtra Sasana, di Jalan Merdeka, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tanpa ahli merupakan atensi serius.

“Makanya sangat diperlukan study kelayakan, kalau banguan cagar budaya itu berubah bentuk, tidak sesuai aslinya, dapat dialihkan fungsi tidak jadi cagar budaya lagi, karena bentukanya, kondisi ruangnya berubah, kan sayang,” ungkapnya.

Kendati meminta renovasi dan pemugaran cagar budaya Klenteng Tien Hou Kong dihentikan sementara. BPCB wilayah Sumatera Barat, Riau dan Kepri mengutarakan ungkapan terimakasih atas kepedulian masyarakat terhadap cagar budaya.

“Artinya masyarakat bagus, karena ketidak tauan mengenai cagar budaya, jadinya begitu, jadi pemugaran itu tidak bisa sembarangan melakukan. Kami mengharapkan pihak yayasan dapat berkoordinasi,” ungkapnya.

Baca Juga : Benda Cagar Budaya Direnovasi Tanpa Ahli

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang, Surjadi mengatakan sudah mengarahkan pihak Yayasan pengelola Klenteng Tien Hou Kong untuk menghentikan aktivitas pemugaran cagar budaya tersebut hingga mendapatkan hasil keputusan dari tim ahli BPCB.

“Mereka sudah Kami surati menghentikan kegiatan sampai ada Tim ahli BPCB yang mendampingi,” ungkapnya.

Dari data pijarkepri.com pemugaran Klenteng Tien Hou Kong dikenal pula dengan nama Vihara Bahtra Sasana, di Jalan Merdeka, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang, Kepulauan Riau sudah berlangsung lama.

Sejumlah ruas bangunan induk di dalam cagar budaya berusia 162 tahun itu sudah diratakan pihak pengelola. Terlihat pula, pada bagian atap kelenteng berbentuk bebatuan patung naga hancur berkeping-keping saat direnovasi pekerja tanpa pendampingan ahli.

Persoalan pemugaran tanpa ahli itu dinilai perusakan oleh Pelestari Nilai Adat dan Tradisi (PESILAT) Kepri, Yoan S Nugraha. Menurutnya, pemugaran yang tidak sesuai dengan ketentuan menyalahi peraturan dan berdampak buruk untuk aset bangsa dan negara.

“Jujur, kami miris melihat kondisi Vihara Bahtra Sasana yang diobrak-abrik seperti itu, meski alasannya untuk renovasi, tapi objek itu merupakan cagar budaya yang artinya punya nilai histori di setiap ruas dan jengkal pada area tersebut,” ungkapnya.

Padahal jika dicermati, Klenteng Tien Hou Kong dilindungi UU Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya sebagaimana terpampang di depan gerbang, pintu masuk kelenteng tersebut.

Dalam pasal 15 UU Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya dijelaskan, setiap orang dilarang merusak benda cagar budaya dan situs serta lingkungannya.

Selain itu, dalam pasal itu dijelaskan pula ranpa izin dari Pemerintah setiap orang dilarang membawa benda cagar budaya ke luar wilayah Republik Indonesia, memindahkan benda cagar budaya dari daerah satu ke daerah lainnya, mengambil atau memindahkan benda cagar budaya baik sebagian maupun seluruhnya, kecuali dalam keadaan darurat dan mengubah bentuk dan/atau warna serta memugar benda cagar budaya, memisahkan sebagian benda cagar budaya dari kesatuannya, memperdagangkan atau memperjualbelikan atau memperniagakan benda cagar budaya.

Pewarta : Aji Anugraha
Editor : Alashari

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top