Proyek Kawasan Wisata Bukit Tumang Terhenti

Alat Berat Pengerjaan Proyek Pembangunan Objek Wisata Bukit Tumang Tak Dapat Beroperasi lantaran kurang pasokan BBM Solar

Proyek pembangunan kawasan wisata Bukit Tumang yang berada di Kelurahan Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga yang tengah terhenti lantaran minim pasokan BBM Solar. (foto : aci)

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Pembangunan kawasan wisata Bukit Tumang, Lingga, Kepulauan Riau terhenti dikarenakan alat berat pengerjaan proyek tersebut tak beroperasi.

PT Kartika Teguh Karya, perusahaan pengerjaan proyek objek wisata primadona di kabupaten Lingga itu menyatakan, tak dapat beroperasinya alat berat tersebut dikarenakan minimnya pasokan bahan bakar solar.

Bahan bakar solar milik prusahaan tak dapat digunakan lantaran tercampur air. Prusahaan itu takut, jika menggunakan solar yang sudah tercampur air dapat merusak alat berat.

“Kita sudah hampir 3 hari ini tak bisa kerja karena solar tak ada, untuk mengoperasikan alat berat,” kata Azmi salah seorang staff PT Kartika Teguh Karya, di lokasi proyek.

Meski Azmi, enggan menjelaskan lebih jauh dari mana sumber solar tersebut, dan bisa tercampur dengan air, ia yakin bahwa kelangkaan minyak solar tersebut, akan segera dapat di atasi.

“Alat-alat sudah ada yang rusak, hal ini karena tercampurnya bahan bakar solar dengan air tawar atau air asin,” terangnya.

Alat berat digunakan untuk melakukan pendalaman tanah Bukit Tumang, Lingga. Hal itu mengacu pada hasil peninjauan kedalam tanah asli Bukit Tumang, oleh tim Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) IV Dirjen SDA KemenPU dan PR belum lama ini.

Pendalaman tanah asli di Bukit Tumang, sebagai syarat membangun sejumlah sarana wisata di kawasan tersebut.

Pemerintah menganggarkan pembangunan kawasan wisata Bukit Tumang yang berada di Kelurahan Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga melalui proyek APBN yang menelan anggaran kurang lebih Rp 22 Miliar.

Di objek wisata bukit tumang Pemerintah merencanakan akan membangun sejumlah fasilitas seperti, Gazebo, Jogging track, taman untuk masyarakat rehat dan bersantai serta bangunan pendukung lainnya.

Namun, hingga saat ini proyek tersebut terhenti dikarenakan alat berat tak dapat beropersi lantaran belum memiliki pasokan bahan bakar solar.

Pewarta : Puspandito/ACI
Editor : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top