
PIJARKEPRI.COM, Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga menyatakan siap menampung limpahan investasi dari Kota Batam, Kepulauan Riau untuk kemajuan daerah itu.
Lingga sudah menyiapkan tiga kawasan untuk perusahaan yang ingin berinvestasi. Kawasan industri tersebut berlokasi di Sebayur seluas 3.000 Ha, Tanjung Kruing 1.000 Ha dan Sungai Tenam seluas 160 Ha.
Salah satu industri yang akan masuk ke Lingga lebih awal yakni, industri pengolahan plastik yang tidak mendapatkan izin di Batam.
Diketahui industri tersebut tak dapat beroperasi di Batam lantaran dikhawatirkan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Sepanjang sistem pengolahannya ramah lingkungan, regulasi pemerintah tidak melarang dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, Lingga siap menampungnya,” tegas Awe, sapaan akrab Bupati Lingga ini, Minggu (10/3/2019).
Ia mengaku dapat memahami penolakan Walikota Batam atas industri pengolahan bijih plastik tersebut, mengingat, jika dikaitkan dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan pemukiman masyarakat yang semakin dekat dengan kawasan industri.
“Pertimbangannya manusiawi. Lahan terbatas, penduduk berkembang pesat. Beda dengan Lingga. Lahan cukup luas, tapi penduduknya sedikit. Bayangkan, Lingga punya 604 pulau dan penduduknya hanya 102 ribu jiwa dan baru mendiami 98 pulau,” katanya.
Untuk menampung limpahan investasi dari Batam dan sekitarnya, khususnya industri pengolahan bijih plastik tersebut, Awe sudah mengalokasikan tiga kawasan industri strategis dalam amandemen Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lingga.
Sebagaimana diberitakan sejumlah media, Walikota Batam, Muhammad Rudi, menolak memberi izin industri pengolahan bijih plastik di Batam. Rudi beralasan, bahan baku yang diolah menjadi bijih plastik di Batam berasal dari luar negeri.
“Kita bukan menolak investasi, tapi kami harus selamatkan rakyat 15 tahun ke depan. Kita akan terima investasi, tapi tak boleh semata-mata dari sisi uangnya saja. Tapi efek perusahaan ini harus kita pikirkan,” katanya.
HMS/ACI
Editor : Aji Anugraha







