Mimi Betty Wilingsih : Saya Tidak Pernah Bagikan Baju Kurung dan Jilbab

Mimi Betty Wilingsih Caleg Partai Golkar Dapil Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. (f-ajianugraha)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Calon Anggota Legislatif (Caleg) partai Golkar Tanjungpinang, Dapil Kecamatan Bukit Bestari, Mimi Betty Wilingsih angkat bicara terkait dugaan money politik (Politik Uang) yang menyeret nama salah satu Caleg partai Golkar ke ranah pelaporan Bawaslu Tanjungpinang.

Padahal Bawaslu Tanjungpinang, saat dikonfirmasi, Minggu (16/12/2018) belum menyebutkan siapa Caleg Partai Golkar di Dapil Kecamatan Bukit Bestari tersebut yang diduga terlibat politik uang.

Bawaslu menduga salah satu Caleg Dapil Bukit Bestari, Tanjungpinang melanggar PKPU Nomor 23 tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum. Caleg dari salah satu Parpol Dapil Bukit Bestari tersebut dilaporkan masyarakat atas temuan membagikan baju kurung (pakaian,red) dan jilbab (penutup kepala,red) di sebuah tempat ibadah, di Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang.

Namun, Mimi yang juga merupakan salah satu Caleg partai Golkar Dapil Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang membantah dugaan money politik tersebut. “Saya tidak pernah bagikan baju kurung dan jilbab,” kata Mimi, saat dikonfirmasi pijarkepri.com, Minggu (16/12/2018).

Baca Juga : Bawaslu Temukan Dugaan Politik Uang Caleg Partai Golkar Dapil Bukit Bestari

Menurutnya, selama tahapan kampanye berlangsung hingga saat ini, tim kampanye dia melalui Liaison Officer (LO) hanya membagikan gelas sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya tidak pernah bagi-bagi baju, jilbab, gelas pernah saya bagikan itu pun melalui LO. Siapa sih yang lapor?,” kata Mimi, heran.

Ia menjelaskan, pembagian baju kurung dan jilbab tersebut merupakan program Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Bidang Kesra. “Coba dikonfirmasi di Kesra, itu kalau gak salah program Kesra,” kata Ketua IWAPI Kepri ini.

Kendati menyangkal Bawaslu Tanjungpinang atas dugaan money politik di salah satu tempat ibadah, Kecamatan Bukit Bestari, Bawaslu tengah menyelidiki kasus ini.

ANG

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top