Pemprov Beri Keleluasaan BP FTZ Tanjungpinang Membangun

Gubernur Kepri Nurdin Basirun. (F-DNP/pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memberikan keleluasaan Badan Pengusaha (BP) Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Tanjungpinang untuk terus membangun kawasan FTZ.

Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, di Tanjungpinang, Jumat (10/9) menyatakan di tahun ini BP FTZ Kawasan Tanjungpinang sudah diberikan kewenangan penuh untuh mengatur lajur pembangunan inrastruktur di kawasan FTZ.

Infrastruktur fasilitas umum untuk mempermudah akses para investor untuk berinvestasi itu antara lain, jalan, listrik dan air.

“Kita berikan wewenang, ada infrastruktur yang tersedia, BP FTZ Tanjungpinang harus mempunyai daya saing yang kuat, kita tidak ingin kalah bersaing. Itu yang menjadi priorotas kita, apa lagi BP ini diperkuat dengan anggaran sendiri tahun ini,” kata Nurdin usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan pabrik rokok di Pulau Dompak.

Ditempat yang sama, Kepala BP FTZ Kawasan Tanjungpinang Den Yealta mengatakan sejauh ini, BP sudah menyiapkan DED dan master plane pembangunan infrastruktur di kawasan FTZ Pulau Dompak dan Senggarang.

Ia mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLN area setempat untuk ketersedian fasilitasi tenaga listrik, PDAM soal fasilitas air dan Dinas PU Provinsi Kepri dan Pemerintah Pusat untuk penyiapan akses jalan.

“Kami siap membantu ketersedian Fasum, tapi kami juga butuh suport dari pemerintah Provinsi dan Pusat. Kalau listrik kami sudah koordinasi dengan PLN bakar batu, itu sudah cukup, cuma mereka minta master plan kami, mereka akan akan pasang tiang, listriknya interkoneksi Batam-Tanjungpinang,” ungkapnya.

Selain Pabrik Rokok yang baru saja akan membangun pabrik di kawasan Pulau Dompak, lanjutnya, BP FTZ Kawasan Tanjungpinang tengah menggait beberapa investor lainnya di tahun ini.

Den Yealta mengutarakan satu dari sejumlab perusahaan yang akan berinvestasi di kawasan FTZ Pulau Dompak dan Senggarang yakni, pengolahan garam dan perakitan peswat di lahan seluas 1.300 hektar.

“Tahun ini kami targetkan perusahan perakitan pesawat apung asal Jerman sudah berjalan, mereka sudah beli lahan disini. Tapi yang duluan masuks garam,” katanya.

Sementara untuk kawasan FTZ Senggarang, Den Yealta mengatakan investor pengembang resort dan perumahan elit akan segera masuk kekawasan tersebut, dengan luas pembangunan 50 hektar

“Insyaallah tahun ini terrealisasi, namun kami butuh dukungan dari semua pihak. Misalnya bangun resort, rumah mewah, siapa yang beli. Nah, orang Singapur yang mau istirahat, manager pabrik bisa datang ke resort atau beli perumahan, targetnya itu,” ujarnya.

Den Yealta mengungkapkan BP FTZ Kawasan Tanjungpinang menargetkan investasi tahun ini senilai Rp1 Triliun, meski pun belum tercapai sepenuhnya.

“Investasi tahun ini yang masuk target kita gak sampai 1 Triliun hanya 700-800 Miliar,” pungkasnya.

Pewarta: Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top