Ada Tanda Kekerasan di Tubuh Supartini

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiraseno. (Foto: tribratanews)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Satreskrim Polres Tanjungpinang terus mendalami kasus dugaan pembunuhan berencana yang menimpa Supartini (37), warga Bukit Cermin RT.01/RW.01 Tanjungpinang.

Janda beranak 1 itu ditemukan nelayan,setengah badannya tertutup karung, tangan dan kakinya terikat tali rapia, mengapung di alur sungai Dompak, arah Bintan, Minggu (16/7).

Kuat dugaan Supartini mengalami kekerasan sebelum akhirnya dibuang ke sungai oleh pelaku yang saat ini masih diburu Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno, di Tanjungpinang belum dapat mengungkapkan kepastian tewasnya Supartini. Pasalnya, dokter ahli otopsi RSUD Provisnsi Kepri Raja Ahmad Tabib tidak ada disaat jasad Supartini di evakuasi.

Namun, berdasarkan hasil visum awal jasad Supartini, Tim Identivikasi menemukan luka berat di kepala supartini.

“Ada luka di kepala, yang pasti nanti akan dipastikan saat outopsi,” ungkapnya.

Polisi masih menyelidiki kasus ini. Jenazah Supartini akan diotopsi hari ini di RSUD Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang.

Polisi juga sudah memeriksa beberapa saksi, dan keluarga Supartini.

ANG

Baca juga : Polisi Temukan Identitas Mayat Terikat Karung

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top