Gerber Nobatkan Lucas Duta Syndrome Down 2018

Lucas Warren bayi penyandang sindrome down terlucu versi Greber 2018. (Foto: VOA)

Lucas Warren bayi penyandang sindrome down terlucu versi Greber 2018. (Foto: VOA)

PIJARKEPRI.COM, Dunia – Prusahaan produsen makanan anak terbesar di dunia, Gerber, menobatkan Lucas Warren sebagai duta bayi dengan Down syndrome 2018.

Sebagaimana dilansir washingtonpost.com, Rabu (21/3) mengabarkan dari 140.000 foto yang diajukan orang tua ke tema foto pilhan bertajuk “Seketsa Greber 2018″, Lucas Warren yang baru berusia 18 bulan terpilih sebagai bayi penyandang sindrome down terlucu.

Ibunya, Cortney Warren, memasukkan Lucas dalam kontes Seketsa Greber 2018. Warren memposting foto Lucas dengan mengenakan dasi polka dot dan seringai terbuka di Instagram, serta menandai Gerber.

Kepala Eksekutif Presiden Gerber, Bill Partyka mengatakan senyum Lucas membuatnya memenangkan dalalm kontes ikon bayi lucu Greber 2018.

“Setiap tahun, kami memilih bayi yang paling memberikan contoh warisan lama Gerber untuk mengakui bahwa setiap bayi adalah bayi Gerber. Tahun ini, Lucas sempurna,” kata Partyka sebagaimana dilansir washingtonpost com.

Warrens memenangkan hadiah $50 ribu dolar, jika dirupiahkan sekira Rp675 juta. Sebagai tambahan atas judul baru Greber, Lucas akan ditampilkan di media sosial Gerber sepanjang tahun. Dia adalah pemenang kedelapan Gerber Baby Photo Search.

Ibu Lucas mengatakan bahwa dia benar-benar terpesona bahwa Lucas menang. Dia telah mendengar dari orang-orang di seluruh dunia yang mengucapkan selamat kepada Lucas, dan mengatakan kepadanya bahwa senyumannya menghangatkan banyak hati.

Dia berharap Lucas akan membawa lebih banyak pemahaman untuk orang-orang dengan kondisi seperti sindrom down.

“Kami tahu Gerber memilih dia karena kelucuannya, tetapi juga menyebarkan kesadaran penerimaan orang-orang kekurangan dari segala jenis,” katanya.

“Tidak masalah jika kita memiliki cacat atau tidak, kita semua hanyalah manusia,” ujarnya.

Ayahnya, Jason Warren mengatakan dia pikir Lucas adalah panutan yang cukup bagus.

“Kami berharap ini akan membantu orang memulai hidup mereka sendiri dan memberi mereka lebih banyak kepercayaan diri,” katanya.

“Mereka mungkin berpikir bahwa jika Lucas dapat melakukan ini, apa yang bisa saya lakukan dalam hidup saya sendiri?,” tanyanya.

Penyandang sindroma down hidup dengan keterbatasan intelektual, masalah perilaku, dan sosialisasi. Kendala itulah yang menjadi penyulit utama mereka dalam menatap masa depan. (ANG)

 

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top