i-Sing Indonesia 2017 Audisi di Tanjungpinang

Para juri i-Sing Indonesia 2017 saat pers konfrens di Hotel CK Tanjungpinang, Minggu (6/8). (Foto: Aji Anugraha)

Para juri i-Sing Indonesia 2017 saat pers konfrens di Hotel CK Tanjungpinang, Minggu (6/8). (Foto: Aji Anugraha)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Ajang audisi musik bertaraf internasional “i-Sing” untuk Indonesia dibuka pertama kali di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu.

Pemenang i-Sing Indonesia untuk internasional ini akan memperebutkan hadiah senilai USD 10.000. Audisi i-Sing juga diselenggarakan diseluruh Negara lainnya.

Pewara i-Sing Indonesia audisi Tanjungpinang, Ikmal mengatakan, Kota Tanjungpinang terpilih perdana mewakili daerah lainnya di Indonesia dikarenakan wilayahnya berdekatan dengan Singapura.

Selain itu, kata Ikmal, Singapura menjadi tempat terakhir para penyanyi terpilih dalam kategori solo dan duet untuk dilatih kembali bertanding di tingkat internasional.

“Dua peserta yang lolos audisi kategori solo dan duet akan bersaing di Grand Final Dunia i-Sing di Yangon Mayanmar 29 September hingga 1 Oktober 2017 untuk merubut Juara Dunia i Sing,” katanya.

Ikmal mengatakan, audisi i-Sing hanya satu hari, Minggu (6/8) di Hotel CK Tanjungpinang. Audisi dimulai pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Setiap peserta i-Sing Indonesia bebas memilih jenis lagu dari beragam genre yang ada. Hanya saja, i-Sing mewajibkan peserta audisi membawakan sebuah lagu berbahasa Inggris.

“Peserta hanya membayar Rp.100 ribu untuk pendaftaran awal, peserta dianjurkan untuk membawa lagu berbahasa Inggris, kenapa, sebab mereka yang terpilih nantinya akan bertarung di tingkat Internasional,” ujarnya.

Lynn Malik, salah satu juri audisi i-Sing Indonesia mengatakan, tidak ada batasan untuk masyarakat Tanjungpinang mendaftar audisi i-Sing.

Peserta yang lolos audisi i-Sing Indonesia nantinya akan dibawa ke Kota Batam untuk diseleksi kembali sebelum diberangkatkan ke Singapura untuk dilatih. Di Batam audisi i-Sing Indonesia disiarkan secara langsung melalui televisi swasta.

“Trainingnya berupa pembelajaran bernyanyi menggunakan Bahasa Inggris yang baik dan benar oleh pengajar seni suara terbaik Singapura, Nana Karia,” ujarnya.

Nana Karia, Title Sing on the show Singapora 2004 serta Ratu rock 2015 itu menjelaskan, terdapat beberapa penilaian juri pada audisi i-Sing Indonesia. Beberapa point penting menjadi pertimbangan juri untuk memilih para peserta untuk diwakilkan ke Internasional.

Penilain terdiri dari 40 persen olah Vocal, artikulasi, bagaimana peserta bernyanyi dengan ketukan tempo, 20 persen performance ekspresi di panggung, dan selebihnya adalah penampilan.

“Daya tarik peserta, penampilan dan nilai lainnya dari apa yang ditampillkan menjadi wewenang juri untuk menilai. Audisi juga dilakukan secara tertutup, tidak terbuka untuk umum,” ujarnya.

Bintang Pantura, Febrian dan artis cilik Tegar Indonesia juga menjadi juri dalam ajang i-Sing Indonesia 2017 di Tanjungpinang. Ia mengatakan, kedepan i-Sing akan bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk membuka peluang menggali potensi masyarakat dalam seni tarik suara.

“Kedepan semoga Tanjungpinang memiliki keberanian dan potensi untuk dapat bekerjasama dengan pemerintah, setidaknya seperti seponsor dari pemerintah,” ujarnya.

Duduk sebagai juri dalam audisi i-Sing Indonesia 2017 tersebut yakni, Jhon Hansen, Lynn Malik, Tegar, Nana Karia, Febrian.

Penulis : Aji Anugraha

Editor : Ashari

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top