NU : Umat Jangan Terpengaruh Radikalisme

Ilustrasi

Ilustrasi

PIJARKEPRI.COM, Batam
Umat Islam, khususnya warga nahdliyin diingatkan Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Kepri untuk tidak terpengaruh radikalisme yang dapat mengganggu keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Provinsi Kepri, Sekretaris Jenderal PW NU Kepri, Edi Susilo sebagaimana dikutip AntaraKepri.com, Minggu, mengingatkan NU sudah jelas siap menjaga NKRI dan mempertahankan Pancasila.

“Namun, pengaruh-pengaruh radikalisme baik melalui media sosial maupun ajakan secara langsung bisa saja mempengaruhi warga NU. Ini harus diwaspadai,” katanya usai acara halal bihalal NU Kepri di PIH Batam, Minggu.

Dalam acara yang dihadiri warga nahdliyin dan organisasi di bawah NU seluruh Kepri tersebut, pihak panitia menghadirkan Prof Nasiri Abadi Al Hafiz asal Surabaya sebagai penceramah.

“NU didirikan memang berdasarkan kebutuhan. Saat itu bangsa ini masih terpecah belah, sehingga didirikan dengan tujuan menyatukan,” kata dia.

Dengan halal bihalal tersebut, panitia ingin mengajak seluruh umat muslim untuk menyamakan pandangan, menyamakan persepsi agar Kepulauan Riau khususnya akan menjadi lebih baik dibanding saat ini.

“Perkembangan di Indonesia saat ini banyak gejolak-gejolak di negara ini yang muncul. Sehingga perlu diredam supaya Indonesia ini tetap utuh,” kata Edi.

NU, kata dia, tetap akan mendukung pemerintahan yang sah sehingga ketika ada organisasi-organisasi atau tindakan radikal maka diminta-tidak diminta akan mengambil peran.

“Yang jelas-jelas mengancam bangsa itu tidak bisa ditoleransi. Jika ada kajian atau hal-hal yang berbau radikalisme tentu NU juga berkoordinasi dan saling bertukar informasi dengan pihak keamanan,” kata dia.

Nasiri Abadi Al Hafiz dalam ceramah keagamaannya mengajak warga NU untuk mempelajari sejarah Rasulullah SAW yang mampu menyatukan semua suku-suku dan golongan yang ada di Madinah.

“Rasulullah bisa menyatukan antara pendatang dengan masyarakat asli, antara golongan-golongan sesama Nasrani dan Yahudi. Sebenarnya itulah yang dicontoh pendiri bangsa ini sehingga muncul Pancasila,” kata dia.

Pancasila, kata dia, merupakan kesepakatan bersama pendiri bangsa yang harus dijunjungtinggi oleh seluruh rakyat Indonesia.

Sumber : Antara

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top