Jalan Ambruk di Desa Landak, Warga Minta Pemda Anambas Segera Bertindak

Kondisi Jalan di RT 05/RW 02, Desa Landak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, kini menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan, Kamis (10/9/2026) (foto: Fendi/pijarkepri.com)
Kondisi Jalan di RT 05/RW 02, Desa Landak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, kini menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan, Kamis (10/9/2026) (foto: Fendi/pijarkepri.com)

Anambas, PIJARKEPRI.COM – Jalan di RT 05/RW 02, Desa Landak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, kini menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan.

Badan jalan pecah dan ambruk, sementara tanah di bawahnya terus turun serta talud penahan mengalami kerusakan.

Bacaan Lainnya

Jalan yang dikenal warga sebagai kawasan Pasir Panjang itu merupakan akses penting masyarakat untuk menuju kebun, pelabuhan, dan pusat desa. Namun, kerusakan yang terjadi dikhawatirkan semakin parah, terutama saat hujan.

Warga Desa Landak, Beni, mengatakan kerusakan terjadi pada bagian badan samping jalan dan batu miring atau talud penahan. Kondisi talud yang bocor membuat air masuk ke celah jalan dan mengikis tanah di bawahnya.

“Batu miringnya bocor, tanah turun, beton pecah. Kalau hujan sedikit, air langsung masuk ke celah-celahnya,” kata Beni saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (10/9/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut berisiko bagi pengendara karena jalan setiap hari dilalui kendaraan roda dua, roda tiga hingga roda empat.

Risiko kecelakaan semakin besar pada malam hari ketika kerusakan jalan sulit terlihat. Kondisi licin saat hujan juga dapat membuat kendaraan tergelincir.

“Apalagi malam hari dan saat musim hujan. Lubang dan beton yang pecah itu tidak kelihatan. Takutnya ada warga yang jatuh atau mobil tergelincir,” ujarnya.

Warga mengaku kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun, hingga kini belum terlihat penanganan berarti dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.

Karena itu, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas segera turun ke lokasi dan memastikan kondisi jalan sebelum kerusakan semakin meluas dan menimbulkan korban.

“Kami berharap pemerintah daerah turun dan mengecek langsung ke lokasi demi keselamatan masyarakat Pulau Jemaja. Jangan sampai ada korban dulu baru diperbaiki,” katanya.

Warga menilai perbaikan tidak bisa lagi ditunda mengingat jalan tersebut menjadi salah satu akses utama yang menopang aktivitas sehari-hari masyarakat Desa Landak.

Mereka berharap pemerintah tidak sekadar melakukan pengecekan, tetapi segera mengambil langkah penanganan terhadap badan jalan dan talud yang rusak demi mencegah kecelakaan dan kerusakan yang lebih parah.

Pewarta : Fendi

Pos terkait