Kualitas Udara Tanjungpinang Kategori Sedang, Kelompok Rentan Diimbau Waspada

Pulau Penyengat, di Tanjungpinang diselimuti kabut asap kirim Sumatera dan Kalimantan, Rabu (9/9/2026) (Foto: aji Anugraha/pijarkepri.com)
Pulau Penyengat, di Tanjungpinang diselimuti kabut asap kirim Sumatera dan Kalimantan, Rabu (9/9/2026) (Foto: aji Anugraha/pijarkepri.com)

Tanjungpinang, PIJARKEPRI.COM – Kualitas udara di Kota Tanjungpinang kini berstatus sedang akibat paparan kabut asap kiriman karhutla dari Riau dan Kalimantan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang mengimbau warga, terutama kelompok rentan, untuk mewaspadai potensi risiko kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang, konsentrasi partikel halus (PM2,5) pada Rabu (9/9/2026) menyentuh angka 24,9 mikrogram per meter kubik.

Angka ini meningkat dari pengukuran sebelumnya pada 4 September 2026 sebesar 17,5 mikrogram per meter kubik, yang mana keduanya masih berada dalam kategori sedang.

Kepala Dinkes Kota Tanjungpinang, Rustam, menjelaskan bahwa status sedang menandakan kualitas udara secara umum masih aman bagi mayoritas warga. Namun, kondisi ini berpotensi memicu gangguan kesehatan pada populasi sensitif.

“Kelompok rentan ini mencakup anak-anak, lansia, serta warga dengan riwayat penyakit jantung atau paru-paru,” ujar Rustam.

Baca Juga : Kabut Asap Selimuti Tanjungpinang, Pemerintah Belum Keluarkan Imbauan Kesehatan

Pantauan di lapangan menunjukkan kabut asap mulai membatasi jarak pandang di sejumlah titik strategis Tanjungpinang, seperti area dari Tugu Sirih menuju Pulau Penyengat.

Fenomena ini juga melanda wilayah Kepulauan Riau lain seperti Batam, Karimun, Lingga, dan Anambas, hingga menjangkau Singapura dan Malaysia.

Panduan Pencegahan Dinkes Tanjungpinang

Guna mengurangi dampak paparan polusi, Dinkes Tanjungpinang menerbitkan panduan keselamatan bagi warga:

Khusus Kelompok Rentan:

Gunakan masker: Pakai masker penyaring partikel halus saat berada di luar ruangan.

Batasi olahraga berat: Kurangi aktivitas fisik intensif di area terbuka jika merasakan nyeri atau ketidaknyamanan pada dada.

Manfaatkan pemurni udara: Gunakan air purifier berfilter HEPA di dalam rumah untuk menyaring PM2,5.

Bagi Masyarakat Umum:

Pantau kualitas udara: Cek indeks kualitas udara secara berkala sebelum beraktivitas di luar rumah dalam waktu lama.

Tutup akses udara luar: Tutup jendela rumah, terutama pada jam padat lalu lintas.

Jaga daya tahan tubuh: Tingkatkan konsumsi air putih dan vitamin guna menetralkan efek polutan.

Pos terkait