Kepala Desa Kuala Maras Imbau Nelayan Waspada, Asap Tebal Picu Risiko Tabrakan di Laut

Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan di wilayah Sumatera, Kalimantan memasuki wilayah Kepulauan Riau. Foto : Perbatasan Pulau Bintan, Batam, Malaysia dan Singapura, Sabtu (5/9/2026) (f-ajianugraha/pijarkepri.com)
Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan di wilayah Sumatera, Kalimantan memasuki wilayah Kepulauan Riau. Foto : Perbatasan Pulau Bintan, Batam, Malaysia dan Singapura, Sabtu (5/9/2026) (f-ajianugraha/pijarkepri.com)

Anambas, PIJARKEPRI.COM – Kepala Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Hendrika, mengimbau para nelayan di wilayahnya meningkatkan kewaspadaan saat melaut menyusul kondisi asap tebal yang menyebabkan jarak pandang di perairan menurun dalam beberapa hari terakhir.

Imbauan tersebut disampaikan Hendrika kepada warga dan nelayan Desa Kuala Maras pada Sabtu (5/9/2026)

Bacaan Lainnya

Menurutnya, jarak pandang yang terbatas meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, termasuk tabrakan antarkapal.

“Dengan ini saya mengimbau kepada seluruh nelayan Desa Kuala Maras agar lebih berhati-hati ketika melaut. Saat ini asap sudah semakin tebal, jarak pandang terbatas, dan ini sangat rawan terjadi tabrakan antarkapal di laut,” ujar Hendrika saat dihubungi melalui telepon seluler.

Kepala Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Hendrika,
Kepala Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Hendrika.

Hendrika juga meminta nelayan tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi di laut dinilai membahayakan.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memastikan seluruh perlengkapan keselamatan dalam kondisi baik sebelum berangkat.

“Pakai alat keselamatan seperti life jacket, lampu kapal harus menyala, dan kalau bisa bawa alat komunikasi. Utamakan keselamatan. Ikan bisa dicari besok, tapi keselamatan itu nomor satu,” katanya.

Ia juga mengajak para ketua kelompok nelayan untuk saling mengingatkan dan memantau kondisi anggota yang hendak melaut. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi kecelakaan akibat jarak pandang yang terbatas.

Hendrika berharap instansi terkait dapat memberikan informasi terbaru mengenai kondisi cuaca dan kualitas udara, khususnya di wilayah perairan Anambas, sehingga nelayan dapat mengambil keputusan yang tepat sebelum melaut.

Hingga Sabtu (5/9/2026), belum ada laporan kecelakaan kapal yang berkaitan dengan kondisi asap di wilayah Kuala Maras.

Pemerintah desa, kata Hendrika, akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan keselamatan.

Diketahui, kondisi kabut asap dampak kebakaran hutan dan pembukaan lahan di Sumatera dan Kalimantan juga merambah ke seluruh daerah kabupaten kota di Kepulauan Riau.

Pewarta : Fendi

Pos terkait