Sambut Lomba Inovasi Daerah 2026, Tanjungpinang Dorong Gagasan Kreatif dari OPD dan Sekolah

Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Bappelitbang saat menggelar sosialisasi persiapan Penyelenggaraan Inovasi Daerah Tahun 2026 yang berfokus pada penguatan inovasi perangkat daerah dan institusi pendidikan, di ruang Rapat Bappelitbang Tanjungpinang, Rabu (3/12/2025)
Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Bappelitbang saat menggelar sosialisasi persiapan Penyelenggaraan Inovasi Daerah Tahun 2026 yang berfokus pada penguatan inovasi perangkat daerah dan institusi pendidikan, di ruang Rapat Bappelitbang Tanjungpinang, Rabu (3/12/2025)

PIJARKEPRI.COM – Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Bappelitbang menggelar sosialisasi persiapan Penyelenggaraan Inovasi Daerah Tahun 2026 yang berfokus pada penguatan inovasi perangkat daerah dan institusi pendidikan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 3–4 Desember 2025, dengan sesi terpisah untuk tingkat SMP di Ruang Rapat Utama Bappelitbang serta untuk tingkat SD dan OPD di Aula SMP Negeri 4 Tanjungpinang.

Bacaan Lainnya

Materi sosialisasi disampaikan oleh Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbang Kota Tanjungpinang, Jefryzal, S.E., M.Si. Ia menegaskan bahwa inovasi daerah harus memberi nilai tambah, mampu menyelesaikan persoalan, serta menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Lomba Inovasi Daerah 2026 ini kita harapkan menjadi momentum lahirnya gagasan-gagasan kreatif dari perangkat daerah dan sekolah. Inovasi adalah salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing dan kualitas pelayanan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Bappelitbang saat menggelar sosialisasi persiapan Penyelenggaraan Inovasi Daerah Tahun 2026 yang berfokus pada penguatan inovasi perangkat daerah dan institusi pendidikan, di ruang Rapat Bappelitbang Tanjungpinang, Rabu (3/12/2025)
Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Bappelitbang saat menggelar sosialisasi persiapan Penyelenggaraan Inovasi Daerah Tahun 2026 yang berfokus pada penguatan inovasi perangkat daerah dan institusi pendidikan, di ruang Rapat Bappelitbang Tanjungpinang, Rabu (3/12/2025)

Jefryzal juga menekankan bahwa inovasi bukan sekadar ide baru, tetapi sebuah proses berkelanjutan yang dirancang secara sistematis untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas layanan publik. Karena itu, setiap OPD dan institusi pendidikan dituntut untuk mampu mengidentifikasi persoalan serta menghadirkan solusi melalui inovasi.

Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan unsur perangkat daerah dan satuan pendidikan dalam jumlah besar. Tercatat 29 OPD, empat kecamatan, 17 SMP negeri, 18 SMP swasta, 50 SD negeri, dan 26 SD swasta hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan sosialisasi tersebut.

Dalam penyampaiannya, Jefryzal menjelaskan bahwa inovasi pada OPD mencakup pengembangan gagasan maupun praktik baru yang dapat mempercepat pelayanan publik, meningkatkan efisiensi internal organisasi, dan memperbaiki tata kelola pemerintahan. Terdapat tiga kategori inovasi yang menjadi fokus, yakni inovasi pelayanan publik, inovasi tata kelola, dan inovasi kebijakan publik.

Tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dan Sekolah Dasar dilaksanakan Aula SMP Negeri 4 Kota Tanjungpinang
Pelaksanaan sosialisasi tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Sekolah Dasar dilaksanakan Aula SMP Negeri 4 Kota Tanjungpinang

Sementara itu, inovasi pada institusi pendidikan diarahkan untuk mendorong pembelajaran yang lebih efektif, relevan, dan adaptif terhadap kebutuhan siswa. Jefryzal menilai bahwa pengintegrasian teknologi dan pengembangan metode pengajaran kreatif menjadi komponen penting dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna.

Ia menegaskan bahwa guru memegang peran sentral dalam keberhasilan inovasi pendidikan. Guru dituntut mampu merancang pembelajaran yang kreatif, mengelola administrasi dengan tertib, berkomunikasi secara konstruktif, serta terus meningkatkan kompetensi pedagogik. Perubahan pada guru, katanya, akan berpengaruh langsung terhadap karakter dan kemampuan siswa.

Selain guru, siswa juga dipandang sebagai bagian dari ekosistem inovasi. Menurut Jefryzal, keterlibatan siswa perlu ditingkatkan melalui pembelajaran interaktif, penguatan kemampuan analitis, dan penumbuhan kemampuan kolaboratif. Siswa kini bukan lagi objek pembelajaran semata, melainkan subjek yang turut membangun proses pendidikan.

Ia juga menjelaskan pentingnya penyelarasan inovasi dengan kurikulum. Kurikulum menjadi pedoman fundamental agar setiap inovasi yang dikembangkan tetap berada dalam kerangka tujuan pendidikan. Inovasi yang relevan dengan kurikulum, katanya, akan mendorong kreativitas serta pemecahan masalah pada peserta didik.

Dalam sesi diskusi, Jefryzal menyoroti bahwa perubahan organisasi pendidikan tidak cukup hanya dilakukan pada metode pembelajaran. Inovasi juga harus menyentuh penguatan kelembagaan, perbaikan tata kelola, serta pemanfaatan teknologi yang mendukung administrasi lebih cepat, akurat, dan transparan.

Ia menilai tantangan dunia pendidikan semakin kompleks, mulai dari tuntutan keterampilan abad 21 hingga meningkatnya partisipasi publik dalam mengawasi kinerja sekolah. Karena itu, inovasi diperlukan agar lembaga pendidikan mampu beradaptasi dan menjawab persoalan secara berkelanjutan.

Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai langkah-langkah penyusunan dan pengembangan inovasi menjelang Penyelenggaraan Inovasi Daerah 2026. Forum ini juga menjadi ruang berbagi gagasan, tantangan, dan peluang inovasi bagi setiap OPD dan institusi pendidikan.

Sebagai tindak lanjut, Bappelitbang juga akan melaksanakan tahapan sosialisasi berikutnya yang menyasar seluruh kelurahan dan kecamatan. Tujuannya, agar untuk memastikan pemahaman teknis inovasi daerah tersampaikan secara merata hingga tingkat wilayah, sehingga semakin banyak potensi inovasi yang dapat dikembangkan dan ikut berpartisipasi dalam Lomba Inovasi Daerah 2026.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas perangkat daerah dan sekolah dalam merancang inovasi yang terukur dan dapat diimplementasikan. Jefryzal menegaskan bahwa keberhasilan inovasi bukan hanya diukur dari konsep, tetapi dari konsistensi pelaksanaan di lapangan.

Melalui forum dua hari tersebut, seluruh peserta diingatkan bahwa kemajuan Tanjungpinang tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kemampuan daerah melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Inovasi, kata Jefryzal, merupakan elemen penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat SDM Tanjungpinang.

Bappelitbang juga akan melanjutkan tahapan sosialisasi ke seluruh kelurahan dan kecamatan. Langkah ini dilakukan agar setiap pemangku kepentingan memahami teknis pengembangan inovasi secara utuh, sehingga semakin banyak potensi inovasi yang dapat digali dan diperkuat. Dengan demikian, partisipasi dalam Lomba Inovasi Daerah 2026 diharapkan meningkat dan semakin merata di semua wilayah. (ZAL)

Pos terkait