Saibansah Sah di Kongres PWI, Dualisme Tamat

Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang saat menyerahkan panji bendera PWI Kepri secara simbolis kepada Ketua PWI Kepri terpilih periode 2023-2028, Saibansah Dardani, saat Konferensi Luar Biasa PWI Kepri, di Hotel 89 Penuin, Batam, Sabtu (22/2/2025) (Foto: ajianugraha/pijarkepri.com)
Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang saat menyerahkan panji bendera PWI Kepri secara simbolis kepada Ketua PWI Kepri terpilih periode 2023-2028, Saibansah Dardani, saat Konferensi Luar Biasa PWI Kepri, di Hotel 89 Penuin, Batam, Sabtu (22/2/2025) (Foto: ajianugraha/pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau (Kepri) di bawah Saibansah Dardani akhirnya memperoleh pengakuan resmi dari Panitia Bersama Kongres PWI 2025.

Surat undangan resmi bernomor 058/PWI-P/KP-SP/VIII/2025 memastikan PWI Kepri di bawah Saibansah menjadi peserta penuh dalam kongres yang digelar 29–30 Agustus 2025 di BPPTIK Komdigi, Cikarang, Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

Penetapan ini menandai berakhirnya konflik dualisme yang selama ini membelah tubuh PWI Kepri. Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri, Parna Edison Simarmata, menyebut keputusan ini sebagai penegasan legalitas dan momentum pemulihan organisasi.

“Syukur kepada Tuhan. Ini adalah pengakuan tertinggi dari forum tertinggi organisasi. PWI Kepri sah dipimpin Saibansah Dardani, tidak ada lagi ruang untuk dualisme,” tegas Parna, Kamis (7/8/2025).

Surat undangan tersebut ditandatangani langsung oleh jajaran panitia pusat: Ketua SC Zulkifli Gani Ottoh, Sekretaris SC IGMB Dwikora Putra, Ketua OC M. Selamet Susanto, dan Sekretaris OC TB Adhi. Kongres akan dimulai dengan pra-kongres pada 29 Agustus pukul 13.00 WIB dan dilanjutkan sidang utama pada 30 Agustus.

Masing-masing provinsi mengirim dua peserta penuh yang seluruh biaya transportasi dan akomodasinya ditanggung panitia.

Panitia juga membuka ruang bagi lima peninjau per provinsi dengan biaya mandiri, serta harus mendapat persetujuan ketua PWI provinsi masing-masing.

Parna mengapresiasi para anggota dan senior PWI Kepri yang tetap solid di tengah dinamika internal organisasi.

Ia juga mengingatkan seluruh institusi pemerintah agar tidak lagi melayani klaim sepihak dari pihak yang tidak memiliki legalitas.

“Kami tegaskan, tidak ada lagi pihak-pihak yang sah mengatasnamakan PWI Kepri selain kepengurusan di bawah Saibansah. Kami harap pejabat dan instansi daerah tidak lagi terkecoh,” ujarnya.

Di tengah kondisi pers yang menghadapi tekanan multidimensi, Parna menyerukan persatuan di tubuh PWI Kepri.

“Saatnya kita rapatkan barisan. Momentum kongres ini harus jadi titik balik memperkuat marwah organisasi dan menjaga profesionalisme pers di Kepri,” pungkasnya.

Dengan kepastian ini, polemik legitimasi PWI Kepri dinyatakan berakhir. Kini, fokus organisasi diarahkan pada penguatan peran wartawan dalam menjaga integritas dan etika profesi di tengah tantangan zaman.

Pewarta : Aji Anugraha

Pos terkait