Islam Tegas Melarang Bunuh Diri, Ini Dalilnya

Ilustrasi (dcs.pijarkepri.com)
Ilustrasi (dcs.pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM – Maraknya kasus bunuh diri yang menimpa remaja hingga dewasa muda di Kepulauan Riau (Kepri) dalam dua bulan terakhir memantik keprihatinan masyarakat.

Catatan pemberitaan media lokal yang dihimpun redaksi pijarkepri.com dari Januari hinga Juli 2025 menunjukkan, rentetan tragedi terjadi di Tanjungpinang, Bintan dan Batam, sebagian besar melibatkan korban berusia produktif.

Bacaan Lainnya

Kasus terbaru terjadi pada akhir Juli 2025, ketika seorang siswi SMA berusia 16 tahun ditemukan tewas di rumahnya.

Sekitar sepekan kemudian, seorang mahasiswa berusia 26 tahun ditemukan tak bernyawa di dapur rumah orang tuanya.

Beberapa hari berselang, seorang pria 37 tahun juga mengakhiri hidupnya, diduga karena depresi akibat penyakit stroke.

Di Batam, pada pertengahan Juli 2025, seorang pria 29 tahun ditemukan tewas di kamar kosnya.

Sebelumnya, seorang pemuda 20 tahun nekat terjun dari sebuah jembatan di wilayah Barelang.

Larangan Bunuh Diri dalam Islam

Islam memandang nyawa sebagai amanah yang wajib dijaga. Mengakhiri hidup sendiri termasuk dosa besar yang diharamkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa: 29)

Ayat ini menegaskan bahwa bunuh diri sama dengan menentang rahmat Allah dan merendahkan nikmat kehidupan yang diberikan-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

“Barang siapa membunuh dirinya dengan sesuatu di dunia, maka ia akan diazab dengan sesuatu itu pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan konsekuensi berat di akhirat bagi pelaku bunuh diri, sebagai peringatan agar umat menjauhi perbuatan tersebut.

Upaya Pencegahan dalam Perspektif Islam

Ulama menekankan pentingnya taqwa, sabar, dan tawakal dalam menghadapi ujian hidup. Masalah yang berat bukan alasan untuk mengakhiri hidup, melainkan panggilan untuk semakin dekat kepada Allah melalui doa, dzikir, dan mencari bantuan dari keluarga, sahabat, serta ulama.

Pemerintah, menurut pengamat keislaman, perlu memperkuat edukasi kesehatan mental di sekolah dengan pendekatan Islami.

Dinas kesehatan juga dianjurkan menggandeng tokoh agama untuk memberikan ceramah atau kajian yang menguatkan mental dan iman generasi muda.

Maraknya bunuh diri di Kepri adalah alarm keras bagi semua pihak. Dalam Islam, hidup adalah titipan yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Ujian adalah bagian dari takdir yang harus dihadapi dengan kesabaran dan doa. Dengan iman yang kuat, dukungan keluarga, dan edukasi yang tepat, tragedi serupa insya Allah dapat dicegah.

Redaksi mengingatkan: Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan mental, jangan pendam sendiri. Segera cari pertolongan, datangi ulama atau ustaz terdekat, dan ingatlah firman Allah:

“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.”
(QS. Az-Zumar: 53)

Penulis : Aji Anugraha

Pos terkait