Gegara Izin Ngurus Anak Sakit, Honorer Disdik Terancam Dipecat Gaji Tak Dibayar

Kantor Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Selasa (21/6/2022). (Foto: aji/pijarkepri.com)
Kantor Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Selasa (21/6/2022). (Foto: aji/pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM – Seorang tenaga honorer Dinas Pendidikan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau terancam dipecat dan gajinya tak dibayarkan dinas tersebut, lantaran mengurus anaknya yang sakit.

Berita Terkait: Disdik Tanjungpinang Tengarai Persoalan Honorer Terancam Dipecat

YS, kepada pijarkepri.com belum lama ini, mengutarakan permasalahan gajinya pada Mei 2022 yang tak kunjung dibayarkan Dinas Pendidikan Tanjungpinang.

Ia mengatakan, gajinya tidak dibayarkan Dinas lataran izin untuk mengurus anaknya yang masih balita, sakit dan harus mendapatkan penanganan serius, di Rumah Sakit Batam, tak diterima Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang.

YS mengaku telah meminta izin kepada kepala sekolah di tempat dia bekerja untuk mengurus anaknya tersebut yang perlu mendapatkan penanganan medis serius. Kala itu, kata YS, kepala sekolah memberikan izin kepadanya.

“Saya bukan tidak izin, saya izin kok. Hanya saja waktu nya itu yang lama. Saya ke Batam memang sangat lama. Karena kendala anak saya untuk di operasi sangat sulit. Mungkin karena lama itu, orang sekolah tidak senang,” ungkapnya.

Pembayaran gaji honorer dinas di setiap OPD Pemkot Tanjungpinang melalui absen yang dikirimkan setiap OPD ke DPPKAD kota itu, lalu ditransfer langsung ke rekening tenaga honorer.

Untuk absen guru, tata usaha maupun tenaga honorer lainnya di Dinas Pendidikan Tanjungpinang dikirim dari setiap sekolah ke dinas pendidikan, kemudian dilaporkan Dinas Pendidikan ke DPPKAD dan dibayarkan.

Persoalan yang muncul dari YS yakni, dia tak dibayarkan gajinya lantaran absennya yang dikirimkan sekolah tempat dia bekerja kosong tanpa keterangan izin maupun dengan alasan.

Padahal, menurut keterangan YS, dirinya sudah meminta izin kepada kepala sekolah ditempat dia bekerja, untuk mengurus anaknya operasi serius, di Batam.

Persoalan ini juga muncul, ketika orang tua YS mencoba mengkonfirmasi Dinas Pendidikan terkait gaji anaknya yang tak dibayarkan Dinas tersebut.

Namun, ditengah kesulitan itu, orang tua YS menerima keterangan dari Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang bahwa YS terancam diberhentikan, dan diminta untuk mengurus anaknya.

“Dibilangnya saya orang yang tidak pernah masuk kerja, makan gaji buta dan lain-lain, padahal saya sudah minta izin ke kepala sekolah untuk sebentar mengurus anak saya bang,” tutur YS.

Kabar YS tidak masuk kerja, gaji tidak dibayarkan dinas lantaran mengurus anaknya yang sedang mendapatkan penanganan serius di RS Batam, dibantah Dinas Pendidikan Tanjungpinang.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Saparilis, mengatakan Dinas Pendidikan Tanjungpinang tidak memberhentikan dan meniadakan gaji tenaga honorer (YS,red) di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang

Saparilis mengatakan, Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang tidak pernah memberhentikan tenaga honorer dinas tersebut, dan tidak satupun tenaga honorer yang tidak dibayarkan gajinya.

“Sampai hari ini tak ada yang diberhentikan dan tak ada yang tidak dibayarkan gaji nya,” kata Saparilis.

Ia juga menegaskan, dibawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang saat ini, Endang, tidak pernah mengeluarkan tenaga honorer baik guru maupun TU.

“Di masa kepemimpinan bu Endang belum pernah mengeluarkan guru atau pun tenaga kependidikan. Tidak benar kalau ada yang mengatakan dikeluarkan ya,” ungkapnya.

Namun, hingga saat ini kabar YS terancam diberhentikan dinas dan gajinya tidak dibayarkan benar adanya.

Hal itu dibuktikan dari, bukti rekening bank YS yang biasa sebagai sarana penerimaan gajinya di sekolah tempat dia bekerja kepada pijarkepri.com masih terlihat kosong.

Kepala Bidang Pembinaan Kepegawaian Dinas Pendidikan Tanjungpinang, Salbiyah mengatakan, telah menerima laporan dari Kepala Sekolah YS mengenai peristiwa tersebut.

Ia mengatakan, dari laporan absensi YS yang diterimanya dari sekolah kosong. Hal itu yang menjadikan alasan dinas tidak membayarkan gaji YS.

“Absennya yang bersangkutan tidak masuk selama satu bulan, kosong, dari sekolah,” kata Salbiyah.

Ditanyakan soal bagaimana anggaran gaji YS yang sudah dianggarkan Dinas Pendidikan akan tetapi tidak dikeluarkan, Salbiyah enggan menjawab.

“Kalau soal itu tidak di Bidang kami, di bagian keuangan,” kata Salbiyah.

Hingga saat ini terdata sebanyak 616 tenaga honorer pendidik dan tenaga kependidikan di Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang.

(ANG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *