Kepri  

MK Tidak Dapat Menerima Gugatan Pilkada Kepri 2020

Gedung Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Gedung Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

PIJARKEPRI.COM – Mahkamah Konstitusi (MK) dalam amar putusan, dilaman resmi MK, Selasa (16/2/2021) menyebutkan tidak dapat menerima gugatan perselisihan hasil Pemilihan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2020.

MK menyatakan tidak dapat menerima gugatan yang diajukan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri nomor urut 2, Isdianto dan Suryani sebagai pemohon terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri nomor urut 3 pada Pilkada Serentak 2020, Ansar Ahmad dan Marlin Agustina.

Keputusan itu tertuang dalam putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 131/PHP.GUB-XIX/2021.

“Menyatakan permohonan Pemohon tidak dapat diterima,” tulis MK dalam salinan keputusannya.

Dalam amar putusan itu, MK menyebutkan mengadili, dalam eksepsi menyatakan eksepsi termohon dan eksepsi pihak terkait mengenai kedudukan hukum pemohon beralasan menurut hukum. MK menyatakan pemohon tidak memiliki kedudukan hukum.

“Dalam pokok perkara menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima,” tulis MK, diputuskan dalam rapat permusyawaratan hakim oleh sembilan hakim konstitusi, pada Rabu, (10/2/2021) dan diucapkan dalam Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi terbuka untuk umum pada, Selasa (16/2/2021).

Dilansir kepridays.co.id, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri secepatnya akan mengadakan pleno penetapan calon terpilih Gubernur dan Wakil Gubernur Pilkada Kepri serentak 2020 lalu H Ansar Ahmad-Agustina Marlin.

Sebelumnya, KPU Provinsi Kepri juga telah melaksanakan pleno rekapitulasi suara Pilkada Kepri 2020 dengan perolehan suara terbanyak, yakni, pasangan Ansar Ahmad-Marlin Agustina sebagai pemenang pada Pilkada 2020, Sabtu 19 Desember 2020.

Paslon nomor urut 3 Ansar-Marlin yang didukung oleh empat partai politik yaitu Golkar, Nasdem, PPP, dan PAN, meraih 308.553 suara atau sebesar 39,97 persen.

Komisioner KPU Kepri, Arison mengatakan, setelah salinan putusan MK diterima oleh KPU RI dalam waktu paling lama 5 hari setelah putusan, maka secepatnya KPU Kepri menggelar pleno calon terpilih tersebut.

“Alhamdulillah semua proses telah berjalan dengan sebagaimana mestinya, kami akan melanjutkan tahapan Pilkada ini setelah MK memberikan salinan putusan ke KPU RI,” kata Arison kepada KepriDays.co.id.

Arison pun melanjutkan, untuk tanggal pasti pleno calon terpilih Pilkada Kepri kemungkinan tetap pada bulan Februari 2021 ini, setelah pleno tersebut KPU Kepri mengantarkan ke DPRD Kepri.

“Nanti selanjutnya kewenangan DPRD dan Pemprov Kepri. Di Pleno juga kami akan mengusulkan untuk proses pelantikan calon terpilih,” katanya.

Sementara, Ketua Tim Pemenangan Ansar-Marlin Ade Angga bersyukur dengan hasil yang dikeluarkan MK, namun Ade Angga juga masih menunggu KPU dan Bawaslu.

“Masih menunggu dari KPU dan Bawaslu ni,” ucapnya singkat.

Sumber : MK/Kepridays.co.id

Editor: Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *