
PIJARKEPRI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengimbau penduduk di daerah rawan bencana di sejumlah wilayah itu dapat mengungsi ketempat daerah yang aman.
Sekretaris BPBD Tanjungpinang, Andika Oktorananda, dihubungi, Sabtu (2/1/2021), mengatakan terdapat sejumlah wilayah di Tanjungpinang rawan longsor akibat curah hujan tinggi beberapa hari diawal tahun 2021 ini.
Lebih dari 5 kelurahan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau terdampak genangan air hingga banjir dan longsor. Hampir keseluruhan kelurahan di daerah itu terdapat genangan air dikarenakan intensitas curah hujan tinggi disertai pasang air laut.
Sebagian penduduk diwilayah berbukit seperti di Kelurahan Tanjungpinang Barat, Jalan Kemboja, Kelurahan Kampung Baru terdampak longsor. Sedangkan wilayah penduduk Kampung Kolam, Jalan Pemuda, Seijang dan daerah pesisir di sejumlah kelurahan terkena genangan air cukup tinggi.
BPBD Tanjungpinang mengimbau agar penduduk di wilayah rawan bencana longsor dapat mengungsi ke daerah atau pemukiman yang aman. Upaya itu untuk mempermudah tim evakuasi melakukan penanganan penyelamatan dan pencegahan bencana.
“Kami mengimbau agar warga dapat mengosongkan rumah, jangan ditempati dulu, kami tidak bisa melakukan evakuasi, kami tidak bisa melihat sungai tersebut abrasi seperti apa, kami mengimbau agar tidak melakukan aktivitas disekitar itu, kalau bisa mengungsi, mengungsi saja terlebih dahulu sampai kita lihat kondisi hujan berhenti,” kata Andika dihubungi.
Ia mengatakan, saat ini lebih dari 30 personil BPBD Tanjungpinang beserta Tim Reaksi Cepat dibantu BKO Satpol PP, Tagana, Dinas Perkim, TNI-Polri ditempatkan disejumlah wilayah Kota Tanjungpinang untuk menangani wilayah rawan bencana.
“Saat ini keseluruhan personel TRC dan sekretariat BPBD bergerak. Dinas PU juga sedang menyisir lokasi rawan bencana longsor dan genangan air,” ungkapnya.
Dikabarkan sejumlah wilayah di Tanjungpinang terkena bencana alam tanah longsor, genangan air tinggi, pohon tumbang. Hal itu terjadi dikarenakan intensitas curah hujan tinggi sejak Jumat, 1 Januari 2021 hingga, Sabtu, 2 Januari 2021.
(ANG)
Editor : Aji Anugraha







