Keluh Warga Soal Perbaikan Akses Jalan Peninting

Kondisi jalan Peninting, Matak, Kepulauan Anambas, Kepri, Kamis (12/11/2020). (Foto: DNP/pijarkepri.com)
Kondisi jalan Peninting, Matak, Kepulauan Anambas, Kepri, Kamis (12/11/2020). (Foto: DNP/pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM – Warga di Pulau Matak, Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau mengeluhkan perbaikan jalan menuju Desa Peninting – Payalaman hingga pelabuhan kapal roro Matak, Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.

Maria Mardalena, penduduk Desa Air Sene, Kecamatan Palmatak, Kepulauan Anambas, Kamis (12/11/2020), mengatakan, sudah lama akses jalan penghubung Payaklaman, Air Sene dan Peninting rusak parah.

Tidak ada aktivitas perbaikan jalan di daerah itu. Kondisi jalan menuju Desa Air Sene dan Peninting masih tanah berbatuan, curam dan bahaya untuk dilalui pengendara. Terlebih jalan menuju Desa Peninting, pengendara hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

Padahal sebelum pemerintah membuka pengerjaan konstruksi jalan tersebut, penduduk Air Sene mengaku lebih mudah melintas jalan itu, sebagai satu-satunya akses jalan di darat.

“Jalannya berlubang, sudah lama, tidak dikerjakan pemerintah, kemarin kani bisa jalan dari Payaklaman ke Peninting, sekarang tak bisa, buat habis uang saja, tak dibangun-bangun,” ujarnya.

Kondisi proyek preservasi jalan Peninting-Payaklaman-Pel Roro, di Matak, Kepulauan Anambas, Kamis (12/11/2020). (Foto: DNP/pijarkepri.com)

Berdasarkan data yang dihimpun pijarkepri.com, pemerintah pusat melalui Kementerian Umum dan Pemukiman Rakyat, melalui Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Satu Provinsi Kepulauan Riau menganggarkan proyek preservasi di Jalan Peninting – Payalaman – Pelabuhan Roro, Kepulauan Anambas.

Pengerjaan berbentuk kontruksi jalan tersebut dikerjakan PT. Natuna Bangun Karya dengan pagu anggaran Rp 17.306.612.000 HPS Rp 17.306.612.000.

Berdasarkan plang kerja proyek yang ditemukan di lokasi pengerjaan proyek itu tertera waktu pelaksanaan pengerjaan kontruksi jalan Peninting – Payaklaman – Pelabuhan Roro Matak tersebut dimulai sejak 24 Januari 2020 dengan waktu pelaksanaan 343 hari kerja, dengan biaya Rp 16.352.738.000.

Perusahaan itu mengerjakan proyek tersebut tidak pada lokasi pengerjaan yang sudah ditentukan. Hanya sebagian jalan yang di preservasi. Pengerjaan kontruksi juga terkesan asal jadi. Tidak ada saluran drainase dipinggir jalan, sehingga tanah mudah longsor.

Agus, penduduk di Desa Payaklaman, Kepulauan Anambas mengatakan, sudah lima tahun jalan di Payaklaman hanya disemenisasi saja. Tidak ada aktivitas perbaikan jalan di daerah itu saat ini. Padahal, Desa Payaklaman termasuk dalam pengerjaan preservasi jalan.

“Jalan ini sudah lama dibangun, kalau untuk semenisasi sudah 5 tahun yang lalu, baru baru ini tidak ada pengerjaan, ya seperti ini’lah,” katanya.

Kondisi pengerjaan proyek preservasi Jalan Peninting-Payaklaman-Pel Roro, Matak, Kepulauan Anambas, Kamis (12/11/2020). (Foto: DNP/pijarkepri.com)

Dia mengharapkan pemerintah dapat lebih serius mengerjakan penyelesaian pembangunan, terlebih fasilitas umum yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Harapan saya ke pemerintah untuk pembangunan sosial kemasyarakatan harus serius, jangan ada masuk ke kantong pribadi,” ujarnya.

Pijarkepri.com mencoba untuk mengkonfirmasi PT Natuna Banhun Karya selaku pekerja proyek pembangunan jalan Peninting, Payaklaman, Pelabuhan Roro. Tidak ada yang dapat dikonfirmasi setibanya di mes pekerja proyek tersebut.

Kemudian, pijarkepri.com mendatangi tempat pengolahan Aspal Mising Plan PT Natuna Bangun Karya. Operator PT Natuna Bangun Karya, Narto, mengatakan pengerjaan proyek preservasi jalan tersebut sudah hampir siap. Dia tak mengetahui secara rinci teknis pengerjaan proyek.

Hanya saja, menurutnya, pengerjaan proyek tersebut tidak sampai ke Desa Peninting. Pengerjaan perawatan jalan tersebut hanya sebagian dikerjakan kontraktor dengan alasan anggaran pertahun.

“Sudah selesai semua, yang disini hanya perawatan saja, pengerjaannya sudah gak banyak lagi, gak sampai Peninting pak, anggarannya sampai Peninting. Pertahun tahun depan pengerjaanya disambung lagi. Pekerjaannya tinggal bahu jalan, rabat sedikit,” ujarnya.

Padahal, Kementerian Umum dan Pemukiman Rakyat, melalui Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Satu Provinsi Kepulauan Riau menganggarkan proyek preservasi di Jalan Peninting – Payaklaman – Pelabuhan Roro, Kepulauan Anambas dengan pagu Rp 17.306.612.000.

Pewarta : Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *