Paslon BISA Menggelar Kampanye di Empat Desa

Paslon BISA saat kampanye di beberapa Desa di Lingga.
Paslon BISA saat kampanye di beberapa Desa di Lingga.

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1, dengan Jargon Bersama Ishak-Salmizi (BISA) melakukan kampanye di tiga Desa di Kecamata Lingga Utara dan satu Desa di Kecamatan Singkep Pesisir.

Dalam kampanye dibeberapa desa tersebut, Ishak-Salmizi dan tim pemenangan BISA, tidak saja mensosialisasikan visi dan misi, namun juga memberikan kesempatan kepada masyarakat yang hadir untuk menyampaikan pertanyaan, saran dan masukan.

Saat menggelar kampanye di Kelurahan Pancur, Desa Duara, dan Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara, masyarakat selain mengusulkan beberapa pembangunan jalan, bantuan perikanan, bantuan rumah ibadah, juga berharap sekali bila sudah dipilih dan diberi amanah menjadi Bupati Lingga, datang lah ke kampung-kampung menemui mereka.

“Tidak usah sampai sebulan sekali, sekali dalam setahun pun sudah cukup, dan tidak mungkin tidak ada waktu sama sekali, jangan sampai hanya musim pilkada saja, baru selalu datang dan selalu ramah,” kata salah seorang yang hadir dalam kampanye tersebut.

Paslon BISA saat kampanye di beberapa Desa di Lingga.

Hal yang sama juga disampaikan warga Desa Persing, Kecamatan Singkep Pesisir, nanti jika bapak terpilih Bupati Lingga, tidak usahlah bapak sampai turun menjenguk kami satu-persatu dari rumah ke rumah, namun saat lewat di kampung kami, cukup membuka jendela mobil bapak dan melambaikan tangan.

“Dengan melambaikan tangan pun sudah cukup bagi kami, terasa sejuklah hati kami dan barulah kami merasa ada pemimpin,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Calon Bupati Lingga dengan mnomor urut 1, Ir. H. Muhammad Ishak, MM, mengatakan, bahwa ia dan Salmizi selama melakukan sosialisasi dari Pulau ke pulau, dan dari kampung ke kampung memang banyak sekali yang menyatakan dan mengharapkan seperti itu.

Sepertinya, jelas Ishak, masyarakat sangat rindu dengan figur pemimpin yang dekat dengan masyarakat, malahan di beberapa kampung dan pulau ada yang tidak kenal sama sekali dengan pemimpinnya.

“Insya Allah, kami berdua ini budak kampung dan selalu rindu dengan suasana kampung yang senantiasa teduh, kompak dan damai,” ungkap M. Ishak kepada Pijarkepri.com, Senin (12/10/2020).

Pemimpin itu, lanjut Ishak, memang harus selalu dekat dengan masyarakat, kalau tidak pemimpin mana tahu permasalahan apa yang sedang dihadapi masyarakat, karena itulah barangkali yang diberikan dan dibantu Pemerintah, selalu belum sesuai dengan harapan masyarakat, saya pribadi sangat senang dengan adat dan budaya, sementara pak Ustad Salmizi menekuni pembinaan agama, sehingga selalu masuk dari pulau ke pulau dan dari kampung ke kampung.

“Apa yang telah kami geluti selma ini, Insya Allah akan kami teruskan, bahkan akan kami lebih intensifkan lagi dalam upaya ingin mewujudkan Kabupatn Lingga yang lebih agamis dan berbudaya, sebelum jadi pemimpin saja, kami sudah memulainya, apalgi kalau sudah diberikan amanah, Insya Allah BISA, Lingga kedepan harus berubah lebih baik,” tutupnya. (Aci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *