Antrean Pendaftaran Bantuan UKM Membeludak Tanpa Jaga Jarak

Masyarakat mengantere pendaftaran bantuan usaha mikro di Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, Jumat (28/8/2020). (Foto: istimewa)
Masyarakat mengantere pendaftaran bantuan usaha mikro di Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, Jumat (28/8/2020). (Foto: istimewa)

PIJARKEPRI.COM – Ribuan pelaku usaha kecil menengah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengantre di Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang Pemerintah Kota Tanjungpinang, Jumat (28/8/2020).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri menyerukan agar masyarakat dan pemerintah setempat dapat menerapkan pencegahan penyebaran Covid-19.

Sejumlah gambar dan video beredar luas disejumlah lini masa media sosial masyarakat tak mengindahkan protokol kesehatan Covid-19 saat mengantre di Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, di Gedung 5 Lantai, Senggarang, Tanjungpinang.

Padahal jumlah penyebaran Covid-19 di kota itu terus bertambah. Hingga, Kamis (27/8/2020), terditeksi sebanyak 149 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Tanjungpinang. 56 pasien dalam pengawasan, 19 orang diantaranya tengah diisolasi.

“Kami mengimbau agar masyarakat yang mengantre di tempat keramaian untuk menjaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan. Pemerintah Kota Tanjungpinang harus menata penerimaan berkas pendaftaran dengan menerapkan protokol kesehatan. Ingat, Covid-19 belum usai,” kata Anggota Gugus Tugas Covid-19 Kepri, Nikolas Panama.

Senada disampaikan Presma Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Vicy mengatakan, Pemerintah Kota Tanjungpinang diminta untuk mengedepankan imbauan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 saat membuka pendaftaran bantuan pelaku usaha tersebut.

Dia menyarankan agar pemerintah dapat menyediakan layanan online agar menghindari pengumpulan masa di tengah pandemi Covid-19.

“Membludaknya pendaftaran pelaku usaha tersebut sangat berbahaya. Sebaiknya pemerintah membuka pendaftaran dan pendataan secara online agar masyarakat tidak menumpuk seperti itu,” kata Vicy.

Menjawab hal itu, Kepala Seksi Pelayanan Disiminasi Informasi Diskominfo Tanjungpinang, Ivan Kurniawan mengatakan, teknis penerimaan berkas bantuan pelaku usaha di Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang sudah sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Masyarakat yang akan mendaftar diimbau untuk menjaga jarak dan menggunakan masker. Panitia memanggil 5 pelaku usaha untuk di data di dalam ruang, sedangkan untuk mereka yang mengantre disediakan kursi.

Menurutnya, membludaknya antrean masyarakat saat pendaftaran bantuan usaha mikro di Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang dikarenakan kehadiran masyarakat secara bersamaan.

“Kami sudah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 untuk masyarakat yang hadir agar menjaga jarak dan menggunakan masker. Petugas di dalam juga hanya mampu mendata lima pelaku usaha secara bergantian. Diluar juga diawasi petugas Satpol PP dan BPBD,” ujarnya.

Masyarakat mulai memadati kantor Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang sejak pemerintah memberikan informasi penerimaan bantuan modal usaha mikro senilai Rp2.400.000 beberapa waktu lalu.

Pelaku usaha diminta untuk melengkapi syarat administrasi berupa Fotocopy KTP dan KK, Foto tempat usaha,Pengantar Keterangan Usaha dari RT, mengisi biodata usaha dan rekening pelaku usaha. Batas waktu penerimaan berkas pendaftaran tersebut sampai Senin, 31 Agustus 2020.***

Pewarta : Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *