Menikmati Keindahan Wisata Alam Hutan Mangrove Kabupaten Lingga

Wisata mangrove yang sekarang ini, sepi dari pengunjung, setelah adanya larangan berkunjung dari pemerintah desa, untuk antisipasi Covid-19.
Wisata mangrove yang sekarang ini, sepi dari pengunjung, setelah adanya larangan berkunjung dari pemerintah desa, untuk antisipasi Covid-19.

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Objek wisata Mangrove yang berada di Desa Sedamai, Kecamatan Sengkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, sebelum adanya wabah virus corona atau Civid-19, cukup ramai dikunjungi baik itu, wisatawan daerah maupun luar daerah, bahkan wisatawan dari luar negeri.

Meski ini merupakan objek wisata baru namun wisata Mangrove ini, bagai magnet yang mampu menghipnotis untuk menarik minat orang datang berkunjung ke tempat ini dan setiap harinya ramai yang datang berkunjung, namun objek wisata mangrove ini ditutup untuk sementara, hingga wabah Covid-19 ini berakhir.

Kepala Desa Sedamai, Suharlin mengatakan, ide untuk membuat wisata mangrove ini, saat kita melakukan studi banding keluar daerah serta adanya Program Inovasi Desa (PID) dari Kemendes, karena di desa kami ada potensi Sumber Daya Alam (SDA) kami masukkan wisata mangrove ini, melalui musyawarah desa, dan juga melalui Dana Desa (DD) 2019, kami bangun objek wisata mangrove tersebut, dan pada tahun 2020 ini kami akan bangun menyambung lagi pelantar yang sudah ada untuk peningkatan kwalitasnya.

“Alhamdulillah, meski belum siap dan dalam masa pengerjaan sudah banyak pengunjung yang datang ke objek wisata mangrove ini,” kata Suharlin kepada Pijarkepri.com, Senin (13/4/2020).

Wisata mangrove sebelum terbitnya larangan berkunjung dari pemerintah desa, untuk antisipasi Covid-19.

Suharlin menjelaskan, jalan pelantar yang sudah ada saat ini sepanjang 294 meter, dan tahun ini akan kami tambah lebih kurang lebih 100 meter, kami lagi menunggu APBD Perubahan, kalau antusias masyarakat dalam berkunjung ke wisata mangrove tersebut sangat luar biasa, baik itu, dari Kabupaten Lingga maupun diluar Kabupaten Lingga, bahkan, ada yang dari luar negeri.

Baru-baru ini, lanjut Suharlin, kita kedatangan Investor dari Singapura, Mr Lim, yang mengajak kita untuk berkerjasama melalui BUMdes desa Sedamai, yang akan membangun beberapa Cotege-Cotege atau Resort, dan sekarang ini kita lagi menunnggu perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) laut dan pantai, karena ini izin nya dari Provinsi.

“Jadi kita sedang menunggu Perda tersebut ketok palu tapi sudah di bahas, setelah Perda itu selesai baru Investor tersebut membuat Resort di Desa Sedamai, bahkan, skala Internasional, karena rencana nya akan membangun sebanyak 100 Cotege, jadi kita tunggu lah perda ini selesai,” terangnya.

Kita berharap, ucap Suharlin, Pak Bupati dan Wakil Bupati Lingga, mendorong hal ini agar secepat mungkin bisa dikerjakan pada tahun ini juga, untuk retribusi memang saat ini kita belum mengambil dari wisata mangrove tersebut, karena kami masih menyusun Perdes tentang pungutan desa, masih dalam rancangan dan kami juga sudah berdiskusi dengan Bagian Hukum di Kabupaten Lingga, Bagian Pendapatan Daerah, dan Pariwisata, dan masih dalam pembahasan di interen kami di desa dulu.

Selain itu, tambah Suharlin, kita akan membangun Meeting Room (untuk Ruang rapat-Red) jadi siapa yang mau menyewa untuk rapat nanti ada disitu, kemudian akan dibangun pada tahun ini juga Icon Bangau, patung bangau besar yang saat ini masih dalam pengerjaan tapi belum selesai, mudah- mudahan akan menambah wisata kita, mudah- mudahan tahun ini kita bisa mengambil retribusi dari wisata mangrove untuk PAD desa.

“Untuk sementara wisata mangrove ini kami tutup, untuk antisipasi penyebaran Covid-19 ini, In Syaa Allah, setalelah tidak ada lagi masalah Covid-19 ini dan Perdes kami sudah selesai, silahkan untuk berwisata mangrove, karena wisata mangrove itu, suasananya sejuk, aman, nyaman, listrik dan air juga sudah ada, mudah- mudahan Singkep Pesisir ini, akan lebih maju dengan Pariwisata,” imbuhnya. (Aci)

Pos terkait