DPRD Tanjungpinang Bahas Anggaran Penanganan Covid-19 di Tengah Larangan Berkumpul

DPRD Tanjungpinang saat menggelar rapat pembahasan anggaran penanganan Covid-19, di Ruang Sidang Paripurna DPRD Tanjungpinang Senggarang, Selasa (24/3/2020).

PIJARKEPRI.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau tengah membahas anggaran penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) untuk kota itu, Selasa (24/3/2020).

Pembahasan anggaran bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tanjungpinang itu berlangsung alot. Rapat terus berlangsung meski Pemerintah secara resmi mengimbau agar seluruh aktivitas pemerintahan dihentikan selama 14 hari kedepan, dimulai hari ini Selasa (24/3/2020).

Ketua DPRD Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni memimpin langsung rapat rekapitulasi usulan kegiatan Penanganan Covid-19 Berdasarkan Usulan OPD Gugus Tugas Kota Tanjungpinang.

Weni mengatakan pembahasan anggaran tersebut harus tuntas dalam waktu sesingkat mungkin agar dapat digunakan segera oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tanjungpinang, di RSUD Tanjungpinang.

“Berdasarkan keputusan banggar semua fraksi anggaran tersebut dilaksanakan selama 3 bulan atau 72 hari,” ungkap Weni.

Anggra Rekapitulasi Usulan kegiatan Penanganan Covid-19 Berdasarkan Usulan OPD Gugus Tugas Kota Tanjungpinang yang disampaikan dalam rapat tersebut berjumlah Rp12.990.300.000.

Anggaran tersebut meliputi Gugus Tugas Kesehatan meliputi Dinas Kesehatan Rp 3.001.700.000 dan RSUD Rp. 3.358.000.000.

Gugus Tugas Area dan Transportasi Publik, Dinas Perhubungan Rp 590.100.000 Gugus Tugas Pendidikan Dinas Pendidikan Rp1.329.050.000, Gugus Tugas Komunikasi dan Publikasi, Diskominfo Rp523.600.000 dan Gugus Tugas Karantina, BPBD Rp4.157.850.000.

Dalam rapat itu Perwakilan RSUD Tanjungpinang menyebutkan tengah menangani 2 pasien Covid-19 di 2 ruang isolasi RSUD Tanjungpinang. Sebagian besar anggaran senilai Rp. 3.358.000.000 akan digunakan untuk penanganan 2 pasien tersebut termasuk perlengkapan alat pelindung diri tenaga medis.

“Anggaran itu sudah ada sebagaimana yang telah kami usulkan,” ungkap Sekretaris RSUD Kota Tanjungpinang, saat rapat itu.

Beberapa fraksi mempertanyakan untuk apa penggunaan anggaran Rp3.358.000.000 itu nantinya, mengingat Pemerintah sudah menunjuk Rumah Sakit rujukan pasien Covid-19 di Kepri yakni, Rumah Sakit Daerah Raja Ahmad Tabib.

“Kami takutnya ada timpang tindih anggaran maka perlu jelas penggunaannya,” ujar Fraksi Golkar.

Hingga saat ini rapat bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tanjungpinang itu masih berlangsung, di Gedung Sidang Paripurna DPRD Tanjungpinang, Senggarang.

Data perkembangan penanganan Covid-19 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan data perkembangan COVID-19 di Kota Tanjungpinang (Provinsi KEPRI) Selasa, 24 Maret 2020, hingga pukul 12.00 WIB menyebutkan ;

Jumlah Puskesmas : 7 unit, Jumlah Rumah Sakit di Kota Tanjungpinang : 3 unit. Sedangkan Rumah Sakit yang ditunjuk sebagai Rumah Sakit Rujukan : 1 unit

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) : 69 orang, Selesai Pemantauan : 25 orang, Proses Pemantauan : 44 orang, Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) : 14 orang, Selesai Pengawasan : 5 orang, Proses pengawasan : 9 orang, Kasus positif Covid19 : 1 orang, ‎Lab/spesimen on proses : 16 (7 ODP, 8 PDP, 1 follow up kasus konfirmasi)

Hasil pemeriksaan pertama kasus 1 orang positif Covid-19 di konfirmasi sudah Negatif. Pemeriksaan masih berlangsung menunggu hasil pemeriksaan ke dua.

Pewarta : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *