Remaja Mepar Kembali Angkat Kesenian Bangsawan Lewat Pentas Seni

Sanggar Seni Sri Cendana, Desa Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, saat menampilkan pentas seni belum lama ini. (foto : aci)

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Para remaja yang tergabung dalam Sanggar Seni Sri Cendana, Desa Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, mengangkat kembali kesenian Bangsawan lewat pentas seni.

Pentas seni bangsawan merupakan seni lakonan dengan cerita legenda, yang alur ceritanya mengangkat kisah kerajaan melayu yang sudah lama tidak lagi ditampilkan sejak era delapan puluhan.

“Ini agar tidak hilang begitu saja dan diminati oleh masyarakat khususnya para remaja,” kata Pengarah lakonan Bangsawan, Jamalul Pawais.

Ia menyampaikan, keinginan Sanggar Sri Cendana menampilkan salah satu budaya yang sudah cukup lama tidak lagi ditampilkan, mengingat Pulau Mepar terkenal dengan budaya-budaya sejarah.

“Dulu Bangsawan ini sering ditampilkan dengan cerita kerajaan atau kesultanan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tapi saat ini dibeberapa daerah di Kabupaten Lingga sudah lama tidak menampilkan kesenian Bangsawan. Dia berharap kepada Pemerintah daerah, terutama Dinas Kebudayaan untuk memberikan dukungan kepada mereka.

“Karena kami ingin membangkit kembali berbagai seni, apakah itu, Bangsawan, pantun, syair serta puisi,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Sanggar Sri Cendana ingin membangkitkan kembali kesenian Bangsawan tersebut. Dipenampilan kali ini Sanggar Sri Cendana mengangkat sebuah cerita yang berjudul “Keris Berdarah”.

“Jika ikuti sebuah pelajaran yang diambil dari cerita Bangsawan ini,” kata Jamalul Pawais, kepada media saat di temui usai pementasan Bangsawan, kemarin.

Ditempat yang sama, Kasi Sejarah Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Agussuandi yang juga hadir saat itu, mengatakan, kalau pihaknya mendukung kegiatan kesenian Bangsawan tersebut.

“Kami juga membentuk beberapa sanggar, namun saat ini tidak lagi nampak kegiatannya, kami tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya, dan kami belum mendapat konfirmasi dari sanggar-sanggar tersebut,”

Kita harap, lanjut Agussuandi, di desa-desa yang ada di Lingga ini, membentuk kelompok Bangsawan, kita dari Dinas Kebudayaan sangat menyokong kegiatan ini, tidak saja hanya di desa, tapi masing-masing kecamatan yang ada di Lingga ini, dapat mengangkat sejarah yang ada melalui seni bangsawan.

“Kita mengharapkan di masing-masing desa, dan kecamatan di Lingga ini, dapat mengangkat cerita melalui Bangsawan ini, karena di masing-masing daerah tersebut memiliki sejarah masing-masing, dengan mengangkat kembali kesenian dan budaya lama ini, akan mengangkat Kabupaten Lingga, Negeri Bunda Tanah Melayu,” tutupnya. (ACI)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top