Dinilai Mengganggu, Masyarakat Minta Kapal Sedot Timah Paragon Dipindahkan

Kapal Sedot Timah Paragon yang beroperasi di lepas Pelabuhan Sungai Buluh, Desa Sungai Buluh Kecamatan Singkep Barat, Lingga. (foto : aci)
Kapal Sedot Timah Paragon yang beroperasi di lepas Pelabuhan Sungai Buluh, Desa Sungai Buluh Kecamatan Singkep Barat, Lingga. (foto : aci)

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Sejumlah masyarakat pesisir Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Lingga meminta pemerintah memindahkan kapal sedot timah Paragon yang bersandar dimuara perairan sungai desa itu.

Masyarakat menilai Kapal Isap Produksi (KIP) Paragon tersebut mengganggu aktivitas keluar masuk kapal ketika akan masuk ke Pelabuhan Sungai Buluh, Desa Sungai Buluh, terlebih ketika air laut surut.

“Dengan adanya KIP Paragon itu, jelas mengganggu aktivitas keluar masuk kapal yang ukurannya agak besar, sudah berapa tahun KIP tersebut berada disitu saya tidak ingat, hanya saja yang saya ketahui KIP tersebut sudah beberapa tahun sandar disitu,” kata salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya, Jum’at (31/5/2019).

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Kepala Kantor Syahbandar Kabupaten Lingga di Dabo Singkep, Syahrul mengaku belum mengetahui terkait adanya KIP Paragon yang berada alur masuk Pelabuhan Sungai Buluh tersebut.

Dia akan meminta kepada anggotanya di lokasi Paragon berada, untuk meninjau lebih dulu terkait keberadaan kapal tersebut, apakah mengganggu atau tidak mengganggu keluar masuk kapal yang menuju ke pelabuhan Desa Sungai Buluh.

“Kalau memang mengganggu, nanti kita akan menyurati pemiliknya agar kapal tersebut agar dipindahkan, ke tempat yang lebih aman dan tidak mengganggu aktivitas kapal lain,” kata Syahrul saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (31/5/2019).

Untuk diketahui, KIP Paragon adalah kapal sedot timah milik PT Cipta Persada Mulia (CPM) dengan panjang 90 meter dan lebar 19 meter, dilepas perdana di Pelabuhan Dabo Singkep, pada 2 November 2013.

Kapal yang diproduksi di China ini memiliki kemampuan menyedot sebanyak 150 meter kubik tanah per jamnya, dan jangkauan kapal ini antara 35 hingga 45 meter di bawah permukaan laut.

Saat ini KIP Paragon tersebut sejak beberapa tahun ini hanya sandar di dermaga yang berada dimuara Sungai Buluh. Masyarakat setempat beranggapan Paragon mengganggu aktivitas keluar masuk pelabuhan Sungai Buluh. (aci)

Editor : Aji Anugraha

Pos terkait