
AGUS Djurianto SH (49), adalah seorang putra ibu pertiwi yang menapakkan kakinya di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau sejak Agustus 1970 dikenal penduduk setempat sebagai pekerja sosial yang terus aktif dalam sempitnya waktu di kota itu.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ‘Pekerja Sosial’ menjelaskan orang yang bertugas memberikan pelayanan sosial bagi masyarakat.
Suami dari Lilik Sulami ini merupakan satu dari kader partai PDI Perjuangan yang saat ini menetapkan hatinya untuk mewakili perjuangan penduduk Kecamatan Bukit Bestari di DPRD Kota Tanjungpinang.
Menurut Wiliam Gesper, sosok Agus Djurianto merupakan satu dari sekian banyak pekerja sosial yang aktif membantu persoalan masyarakat, terutama di bidang pelayanan kesehatan.
Sebagai pegiat sosial sejak 2004, Agus dinilai sejumlah rekannya begitu berkesannya sebagai pekerja sosial masyarakat yang langsung bertemu dan bertatap muka kepada masyarakat.
William menilai, terlebih lagi saat Agus menemui secara langsung masyarakat yang kurang mampu yang membutuhkan pertolongan terutama dalam bidang kesehatan.
“Dia (Agus) merupakan contoh tauladan yang perlu diikuti masyarakat, persoalan kesehatan di masyarakat yang harus segera diselesaikan sudah menjadi rutinitasnya dalam keseharian,” kata Wiliam.
Sejumlah prestasi dalam bidang sosial kemasyarakatan yang dimiliki Agus Djurianto dibuktikan ketika dia dinobatkan sebagai Presiden Karang Taruna Tingkat Nasional tahun 2010 di Cinegara Bogor, sebuah organisasi kepemudaan yang bergerak langsung di masyarakat.
Jejak pendidikan agus tak diragukan lagi, sedari menempuh pendidikan tingkat Sekolah Dasar NegerI 073 Tanjungpinang, 1980 – 1985 dia melanjutkan ke jenjang SMP Negeri 6 Tanjungpinang 1985 – 1988, STMN Tanjungpinang 1988 – 1991, hingga menempuh S1 Ilmu Hukum di Universitas Lancang Kuning pada 2014 – 2017.
Ayah dari Questa Ulva Meilia dan Adjoe Dewa Bagaskara ini merupakan sosok pemikir yang baik. MewakiIi masyarakat di Kecamatan Bukit Bestari adalah alasannya ikut berperan dalam pembangunan Kota Tanjungpinang.
“Dengan begitu merupakan upaya untuk ikut serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Agus mengutarakan banyak hal penting yang harus diselesaikan di masyarakat, saat ini persoalan kesehatan masyarakat, terutama masyarakat tidak mampu, masyarakat yang belum memiliki BPJS Non Mandiri masih sering terjadi.
Sejumlah fakta mengenai permasalahan perobatan masyarakat tidak mampu non BPJS Mandiri ke Rumah Sakit kebanyakan didaftarkan ke pasien umum, secara administrasi masih menjadi beban masyarakat/pasien yang tidak mampu.
Agus menilai persoalan pelayanan kesehatan menjadi sangat penting untuk diselesaikan mengingat mereka yang tidak mampu banyak mengeluh ke para wakil rakyat namun tak dapat berbuat banyak.
“Kita terus berusaha dan harus mencari jalan keluarnya, sehingga mereka, kasian mereka harus berhutang menanggung biaya rumah sakit dan membayar BPJS setiap bulannya,” ungkapnya.
Upaya yang dilakukan Agus untuk menyelesaikan persoalan kesehatan tak lain berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang, yakni Dinas Kesehatan setempat.
Trobosan untuk memperjuangkan hak masyarakat yang benar-benar tidak mampu dengan melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang terdaftar Kartu BPJS Mandiri, dijadikan Peserta BPJS Non Mandiri.
Agus membentuk tim untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, mepertanyakan apakah masyarakat tersebut benar-benar tidak mampu, melalui metode melampirkan surat keterangan dari RT.
“Dan bila benar-benar tidak Mampu maka pada saat pendaftaran dimasuk dalam kreteria Pasien tidak mampu bukan Pasien Umum,” ungkapnya.
Bagi Agus, berjuang memperjuangkan hak-hak masyarakat, terutama persoalan pendidikan dan kesehatan bukanlah sebuah pekerjaan. Menurutnya, dapat melihat masyarakat hidup sehat dan mendapatkan pendidikan adalah tujuan utama dari kemerdekaan Indonesia.
Selain itu, Ketua Masjid Al-Fauzan ini mengungkapkan prihal mengabdi pada negara dengan memberikan yang terbaik untuk orang banyak adalah suatu ibadah, dengan demikian suatu perjuangan untuk membangun peradaban dapat terwujud dengan baik jika semua masyarakat cerdas dan sehat.
“Inilah tujuan dari negara,” ujar Agus yang juga pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tanjungpinang.
Sejumlah pandangan berpikir Agus Djurianto juga tak terlepas dari dedikasinya pada partai PDI Perjuangan, sosok Lis Darmansyah masih menjadi salah satu panutan untuknya bersama berjuang melayani masyarakat.
Bagi Agus, sosok Lis Darmansyah adalah kader terbaik PDI Perjuangan, pekerja keras, tegas pada bersikap namun tetap humoris. Menurutnya, Lis memiliki dedikasi yang tinggi dalam memperjuangkan masyarakat dalam pembangunan Kota Tanjungpinang.
“Lis Darmansyah adalah salah satu dari Wali Kota Tanjungpinang yang dapat di contoh, sebagai pemimpin yang sudah banyak berbuat untuk masyarakat,” ungkapnya.
Saat ini Agus Djurianto maju kembali mencalonkan diri sebagai calon Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Nomor 02, Daerah Pemilihan Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
“Politik adalah jembatan ibadah bagi’ku,” imbuhnya.
Pewarta : Aji Anugraha







