Pasien Terlantar, Gubernur Bersama Melayu Raya Sidak Rumah Sakit

Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama pengurus Melayu Raya Lingga dan Tanjungpinang saat meninjau kondisi Musalifah, pasien diduga ditelantarkab dokter RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Kamis (21/3/2019) malam. (f-aji anugraha)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Musalifah (31), pasien pasca operasi usus buntu dan batu empedu di RSUD Raja Ahmad Tabib, Kepulauan Riau diduga ditelantarkan dokter dirumah sakit itu.

Dua hari pasca operasi kedua, Musalifah mengalami pelepasan jaitan di bagian perut tubuhnya. Tak ada satu pun dokter yang menangani penduduk Desa Kwid Duara, Kecamatan Lingga Utara, Lingga ini.

Iwan (27) suami Musalifah (31), di RSUD Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang, Kamis (21/3/2019) malam mengatakan tak mengetahui kemana harus mengadu. Dokter yang mengoperasi istrinya tak berada ditempat.

“Jaitannya sudah terbuka dua hari, katanya hari senin dokternya datang, Dokternya Iswayudi gak ada, dokter Ifan dulu,” kata Iwan dengan raut wajah pucat.

Selang waktu beberapa menit media ini mewawancarai Iwan, Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun bersama rombongan Melayu Raya Lingga dan Tanjungpinang mendatangi ruangan Musalifah dirawat.

Nurdin melihat langsung kondisi Musalifah yang tengah terbaring. Gubernur meninjau keberadaan dokter RSUD Raja Ahmad Tabib, terlihat hanya ada seorang dokter jaga dan empat perawat, tak ada satupun yang mengambil tindakan.

Beberapa kali Nurdin menghubungi kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau. “Tolong diatasi segera,” ungkap Nurdin. Tidak terlihat pula Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib.

Sementara Melayu Raya bersama dokter Melayu Raya mengambil tindakan penangan sementara, membersihkan jaitan yang terbuka di perut Musalifah. Tindakan selanjutnya akan diambil pada esok hari.

Korwil Melayu Raya Tanjungpinang, Arie Sunandar menegaskan perlu ada penangan cepat untuk setiap pasien di RSUD Raja Ahmad Tabib. Menurutnya, perlu ada kedisiplinan pelayanan perawatan di rumah sakit Provinsi Kepri itu.

“Kita minta penanggulangan yang cepat, dan managementnya diganti,” ungkapnya.

Senada disampaikan Korwil Melayu Raya Lingga, Juai yang teramat sering merujuk pasien asal Lingga ke RSUD Kepri tersebut, persoalan dugaan menelantarkan pasien tersebut akan diteruskan ke pihak kepolisian.

“Saya akan laporkan ke pihak kepolisian, biar ada efek jerah,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Musalifah tengah ditangani tim dokter Melayu Raya. Sementara Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang belum berhasil dikonfirmasi.

Pewarta : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top