TKN Jokowi : Awas Bahaya Hoax Menjelang Pilpres

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – KH Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, di Tanjungpinang. (f-ajianugraha)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – KH Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati bahaya hoax (berita bohong) akan muncul terus menjelang Pilpres 2019.

Hasto menyebutkan, bahwa bermacam fitnah yang diarahkan ke Jokowi maupun KH Ma’ruf Amin adalah bentuk pengulangan politik fitnah yang terjadi pada Pilpres 2014 lalu.

“2014 sudah ada Hoax, dengan obor rakyat mereka yang menyebarkan hoax dan diakui dulu itu oleh tim pak Prabowo ternyata rakyat memiliki hatinurani,” ungkapnya, usai Konsolidasi Internal Partai PDIP, di Tanjungpinang, Jumat (1/2/2019).

Menurut Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan itu, mereka yang menyebarkan hoax tidak mempunyai program. “Hoax itu membunuh peradaban, hoax itu tidak punya keyakinan sehingga hoax itu hanya menutupi persoalan persoalan internalnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, rekam jejak Jokowi baik di lingkungan keluarganya, perestasinya, muncul dari bawah, tidam pernah dipecat, layak memberikan pengakuan. Menurutnya, dari gambaran fakta kehidupan jokowi menjadikan kubu oposisi takut kalau saja Jokowi menjadi presiden.

“Jadi kalau ada serangan itu menunjukkan pak Jokowi-KH Ma’kruf kuat, sehingga difitnah dengan segala cara, tapi pak Jokowi tetap tersenyum,” ungkapnya.

Oleh Hasto, Tabloid Obor Rakyat sebagai induk semangnya serangan fitnah. Tumpulnya fitnah yang ditujukan ke Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin, melahirkan politik daur ulang. Hal itu mengingat, tabloid tersebut tak memilik rekam jejak Jokowi dan program.

“Obor rakyat itu fitnah, karena mereka tidak punya rekam jejak yang baik, mereka tidak punya program, sehingga mereka punya cara-cara hitam seperti itu, tetapi rakyat kami percaya akan melihat mana yang baik,” ujarnya.

Hasto mengataka, kubu oposisi yang selalu men menggunakan isue agama, mengukur dan menguji keislaman Jokowi dan KH Ma’kruf Amin dalam konteks keislaman, hingga saat ini terbukti menunjukkan bahwa Jokowi dan KH Ma’kruf sudah teruji.

“Bagaikan pepatah “memercik air didulang terkena mungka sendiri”. ya kita lihat bagaimana kualitas keislaman pak Jokowi – KH Ma’kruf Amin,” ungkapnya.

Ia mengatakan, keulamaan KH Ma’kruf Amin dan keislaman Jokowi tak perlu diragukan lagi dan tak perlu diuji. Untuk kubu oposisi diharapkan tidak memainkan politik daur ulang program dan kubu oposisi mau menggunakan ide dan gagasan konkret untuk bersaing merebut simpati rakyat.

“Artinya masak keulamaan KH Ma’kruf Amin kalah sama mereka, masak keislaman pak Jokowi kalah, mari kita lihat secara jernih dengan mata hati dan masyarakat Kepulaun Riau akan melihat pemimpin yang baik itu seperti apa,” tutupnya.

ANG
Editor : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top