Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Pembunuh Supartini

Polres Tanjungpinang saat Perss Confrens pengungkapan kasus pembunuhan Supartini, warga bukit cermin yang tewas ditemukan tewas di Jembatan Dompak. (Foto: Aji Anugraha)

Polres Tanjungpinang saat Perss Confrens pengungkapan kasus pembunuhan Supartini, warga bukit cermin yang tewas ditemukan tewas di Jembatan Dompak. (Foto: Aji Anugraha)

PIJARKEPRI.COM,Tanjungpinang – Kejaksaan Negeri Tanjungpinang kembalikan berkas (P19) perkara tersangka Nasrun DJ (58), Manager Operasional PT Bodhi Sinar Cipta, sebagai tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan Supartini (37), ke Polres Tanjungpinang, guna untuk melengkapi keterangan ahli pidana.

“Sudah kami kembalikan ke polisi minggu kemarin untuk melengkapi dan menambah keterangan ahli pidana,” ujar Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Tanjungpinang Muhammad Amriansyah melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungpinang Zaldi Akri, sebagaimana dilansir batamtoday.com Senin(17/9/2018).

Baca Juga : Menyikap Tabir Kematian Supartini

Pengembalian berkas ini atas permintaan dari JPU ke dua Noly Wijaya dalam perkara ini, dimana keterangan ahli pidana dalam perkara ini dianggap sangat penting untuk dilengkapi oleh Polisi.

Ditempat yang berbeda, Nolly Wijaya membenarkan bahwa permintaan terkait keterangan ahli. Tambahan keterangan ahli bersifat untuk melengkapi saja dan tidak terpaku menjadi keharusan yang haru dilengkapi.

“Tidak jadi keharusan jika tidak dapat melengkapi tetapi motif tersangka membunuh menjadi jelas karena dalam pasal ada keterangan ahli jika diperlukan, “katanya

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiroseno membenarkan telah menerima P19 berkas tersangka pembunuhan, pihaknya akan segera melengkapi keterangan ahli sehingga kasus ini segera dilimpahkan (P21) ke Kejari Tanjungpinang.

“Kami akan lengkapi secepatnya agar kasus ini cepat selesai dan segera disidangkan,” tutupnya

Sebelumnya, Polres Tanjungpinang akhirnya menetapkan Nasrun DJ (58), Manager Operasional PT Bodhi Sinar Cipta, sebagai tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan Supartini (37), wanita yang ditemukan tewas mengapung di bawah jembatan Sei Wacopek.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP atau pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati. (ANG)

Sumber : batamtoday.com

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top