BPOM Kepri Diminta Ekstra Ketat Awasi Produk

PIJARKEPERI.COM, Kepri – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menghimbau agar pihak terkait terutama BPOM agar lebih ekstra ketat lagi dalam bertugas dalam upaya untuk memberikan label layak konsumsi terhadap suatu produk, mengingat itu bukan perkara yang mudah.

“Karena baik buruknya akan berdampak besar bagi masyarakat,” kata Nurdin saat menerima Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri di ruang kerja Gubernur, Istana Kota Piring, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Jum’at (23/3).

Nurdin yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Tjetjep Yudiana bersama Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan memang membahas produk sarden kaleng yang mengandung cacing dan beredar di masyarakat. Nurdin ingin kualitas produk yang dikonsumsi umum masyarakat harus baik. Kasus-kasus seperti ini jangan sampai meresahkan masyarakat.

“Agar tidak menimbulkan kegaduhan dan merugikan masyarakat,” katanya Nurdin.

Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan mengatakan keberadaan cacing tersebut bukan karna ada tujuan atau maksud tertentu tapi lebih kepada permasalahan kelalaian saat pengemasan dalam produksi.

“Biasanya jika dalam proses ditemukan kecacatan, langsung di-reject,” kata Yosef.

Yosef menambahkan, ketika produk datang maka akan diiringi dengan sampel. Dalam pemeriksaan sampel-sampel tersebut dalam keadaan baik.

“Dalam perjalanan produksi nya setelah dicap legal itulah mungkin terdapat produk yang tidak bagus,” lanjut Yosef.

Akan tetapi, saat ini fakta di masyarakat ditemukan cacing. Ketika pemeriksaan lebih lanjut ternyata hasilnya positif, pihak BPOM Kepri langsung bertindak cepat.

“Semua produk yang terindikasi cacing sudah ditarik,” tegas Yosef.

Ke depan, pihaknya akan semakin ketat dalam memeriksa kualitas produk agar dapat dinikmati masyarakat tanpa kendala yang mengganggu kesehatan.

“Kedepan kami akan kembangkan uji parasitologi agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” tambah nya lagi.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Tjetjep Yudiana menjelaskan bahwa keberadaan cacing tersebut jika masih aktif akan berkembang biak di dalam dan menyebabkan menggembungnya kaleng. Namun fakta yang terlihat bahwa kaleng masih layak dan bagus tapi  karna fakta dilapangan pula yang sudah marak dan terbukti harus segera ditindaklanjuti.

“Hal ini dilakukan karna ditengah-tengah masyarakat sudah jelas dan harus direspon segera oleh pihak terkait,” kata Tjetjep.

Tjetjep melanjutkan bahwa di Kepri, dari Dinas kesehatan Kabupaten dan Kota maupun instansi terkait lainnya sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti kejadian ini. (Hum)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top