Anambas, PIJARKEPRI.COM – Pembangunan Pasar Loka Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, mulai dikerjakan. Namun, aktivitas pemancangan tiang pondasi menimbulkan kekhawatiran warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek karena getarannya terasa hingga ke bangunan rumah dan ruko.
Getaran muncul setiap kali alat pemancang menghentakkan tiang ke dalam tanah. Warga khawatir aktivitas tersebut dapat memicu keretakan, terutama pada bangunan bertingkat yang berdiri berdekatan dengan area pembangunan pasar tiga lantai itu.
Salah seorang warga, Hambali, mengatakan getaran dari aktivitas pemancangan cukup terasa di lingkungan tempat tinggalnya.
“Cukup terasa getarannya. Kadang kuat, kadang pelan rasanya,” ujar Hambali, Jumat (30/10/2026).
Meski tidak terlalu mencemaskan kondisi rumahnya yang hanya satu lantai, Hambali mengaku lebih khawatir terhadap sejumlah ruko bertingkat tiga di dekat proyek, termasuk bangunan penginapan Pagi Sore dan Sakura.
“Lokasinya persis di samping proyek. Bangunannya tiga lantai, jadi saya khawatir getaran saat pemancangan bisa menyebabkan keretakan,” katanya.
Kekhawatiran tersebut muncul seiring berlangsungnya pekerjaan pondasi yang menjadi tahap awal pembangunan pasar. Warga berharap aktivitas konstruksi tidak menimbulkan kerusakan pada bangunan di sekitarnya.
Di sisi lain, Hambali mengapresiasi kontraktor yang melaksanakan pemancangan pada pagi hingga sore hari. Pengaturan waktu tersebut dinilai membantu menjaga kenyamanan warga karena pekerjaan tidak berlangsung pada malam hari.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Prasarana Strategis Kepulauan Riau, Riduan Manik, mengatakan sosialisasi kepada masyarakat sekitar telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas sebelum pekerjaan dimulai.
“Pemerintah kabupaten sudah melakukan sosialisasi sebelum proyek dikerjakan,” kata Riduan.
Ia menjelaskan, pembangunan Pasar Loka Tarempa saat ini masih berada pada tahap awal, dengan progres pekerjaan sekitar 10 persen. Pekerjaan difokuskan pada pemancangan tiang sebagai pondasi utama bangunan.
Setelah pekerjaan pondasi rampung, pembangunan akan dilanjutkan ke tahap struktur bangunan hingga pemasangan dinding pasar.
“Untuk sekarang masih tahap pemancangan tiang pondasi. Setelah itu baru dilanjutkan pembangunan bangunannya, termasuk dinding. Progresnya saat ini sekitar 10 persen,” ujarnya.
Riduan berharap masyarakat dapat memahami tahapan pekerjaan yang sedang berlangsung. Menurutnya, pemancangan merupakan bagian penting dalam pembangunan untuk menyiapkan pondasi bangunan pasar.
Pembangunan Pasar Loka Tarempa merupakan upaya kedua setelah proyek sebelumnya pada akhir 2024 tidak terealisasi akibat persoalan kontraktor.
Pada 2026, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp24 miliar untuk melanjutkan pembangunan pasar tersebut.
Di tengah berlangsungnya pekerjaan, kekhawatiran warga terhadap dampak getaran menjadi perhatian yang perlu ditindaklanjuti.
Pemantauan kondisi bangunan di sekitar proyek diperlukan agar potensi kerusakan dapat diketahui sejak dini dan pembangunan berjalan tanpa mengabaikan keselamatan serta kenyamanan masyarakat.
Pewarta : Fendi









