Tanjungpinang, PIJARKEPRI.COM – Anggota DPRD Kepulauan Riau (Kepri) daerah pemilihan Batam, Asmin Patros, menyoroti pentingnya jaminan pasokan listrik dan air bersih bagi masyarakat.
Menurut dia, kedua kebutuhan dasar tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah dan pemangku kepentingan agar tidak kembali mengalami gangguan.
Sorotan itu disampaikan menyusul pemadaman listrik (blackout) yang terjadi di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang. Selain itu persoalan distribusi air bersih di sejumlah wilayah Batam juga perlu menjadi perhatian serius.
Asmin yang juga menjabat Ketua Fraksi Golkar DPRD Kepri menilai, gangguan infrastruktur dasar tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Ketersediaan listrik dan air yang andal dinilai penting untuk menjaga kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung iklim investasi di Batam.
Meski demikian, ia optimistis Batam tetap menjadi salah satu daerah yang kompetitif untuk menarik investasi karena didukung kesiapan infrastruktur dan kemudahan arus keluar-masuk barang.
“Secara umum, Batam masih sangat kondusif dan kompetitif untuk investasi. Kesiapan infrastruktur menjadi salah satu perhatian utama investor, termasuk kemudahan keluar-masuk barang,” kata Asmin, di sela-sela Rapat Porprov Kepri VI, di Tanjungpinang, Rabu (21/10/2026)
Ia juga mengapresiasi langkah Polda Kepri, PT PLN, dan Pemerintah Kota Batam dalam menangani gangguan pasokan listrik hingga kondisi berangsur normal.
Menurut Asmin, respons dan koordinasi berbagai pihak dalam proses pemulihan tersebut menjadi hal positif. Namun, ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang sehingga keandalan infrastruktur dasar dapat terus terjaga.
Terkait pasokan air bersih, Asmin mengatakan gangguan distribusi tidak terlepas dari sejumlah faktor, termasuk kondisi kekeringan akibat fenomena El Nino yang berkepanjangan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan air di waduk.
Selain itu, pemadaman listrik juga berdampak pada operasional pompa air di sejumlah lokasi yang belum memiliki generator cadangan.
“Ketika listrik padam, sejumlah lokasi yang tidak memiliki genset tidak bisa mengoperasikan pompa air. Akibatnya, distribusi air ikut terganggu,” ujarnya.
Asmin mengatakan, pihaknya juga menaruh perhatian pada imbauan agar para pemangku kepentingan memperkuat dukungan terhadap ketersediaan sumber listrik cadangan di sekitar waduk dan fasilitas pompa air.
Menurut dia, langkah antisipasi tersebut penting untuk meminimalkan dampak apabila terjadi gangguan pasokan listrik di kemudian hari.
Ia berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi serta menyiapkan langkah mitigasi agar kebutuhan listrik dan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
“Harapan kita, kejadian kemarin tidak terulang. Kita ingin Batam benar-benar siap menjadi kota metropolis, sehingga masyarakat, pengusaha, maupun wisatawan merasa nyaman dan aman,” kata Asmin.
Pewarta : Aji Anugraha







