PIJARKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Bintan kembali memperkuat sektor industri kecil menengah. Gedung Sentra Fashion Sri Kuala Lobam resmi dioperasikan setelah diresmikan Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI, Ir Reni Yanita, M.Si, Rabu (21/1/2026).
Peresmian tersebut turut didampingi Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti serta dihadiri Ketua DPRD Bintan Fiven Sumanti, unsur Forkopimda, Ketua Dekranasda Bintan Hafizha Rahmadhani Putri, Ketua DWP Bintan Elyza Riani, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri Riki Rionaldi, jajaran OPD, camat, lurah, kepala desa, hingga tokoh masyarakat.
Sentra Fashion Sri Kuala Lobam dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian dan dilengkapi dengan gedung pusat layanan serta fasilitas produksi skala besar.
Kehadiran sentra ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan industri fashion lokal di Bintan.
Dirjen IKMA Reni Yanita menilai posisi geografis Bintan yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia menjadi keunggulan strategis untuk menembus pasar regional.
Ia optimistis Sentra Fashion Sri Kuala Lobam akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.
“Letak Bintan sangat strategis. Ini peluang besar bagi sentra fashion untuk berkembang dan melibatkan pelaku UMKM sekitar. Selain mendorong pertumbuhan usaha, sentra ini juga bisa menjadi ruang belajar keterampilan, termasuk bagi generasi muda yang memiliki minat dan bakat di bidang desain fashion,” ujar Reni.
Sementara itu, Wabup Bintan Deby Maryanti menyampaikan bahwa pengembangan sentra industri bukan hal baru bagi Bintan. Sebelumnya, Sentra Kerupuk Sei Lekop telah menunjukkan kemajuan signifikan dan meraih Penghargaan KIPP dari KemenPAN-RB pada 2023.
Di sektor kuliner, Bintan juga memiliki Sentra Otak-Otak di Sei Nam, Kecamatan Bintan Timur, yang dibina Pemerintah Provinsi Kepri.
Menurut Deby, Sentra Fashion Sri Kuala Lobam membawa manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam membuka lapangan kerja.
Sejumlah ibu rumah tangga di Kecamatan Sri Kuala Lobam kini diberdayakan sebagai tenaga pengrajin, yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi keluarga.
“Selama sembilan bulan operasional di tahun 2025, sentra ini mencatat omzet sekitar Rp554 juta dengan total 5.157 potong pesanan. Ke depan, kami berharap pesanan terus meningkat. Saat ini, pesanan tidak hanya datang dari PT BIIE Lobam, tetapi juga dari PT BAI Galang Batang untuk kebutuhan seragam pekerja,” pungkas Deby. (Tira)















