Natuna  

Banjir Landa Sejumlah Wilayah Natuna

Warga saat menyelamatkan kendaraan roda dua yang terendam banjir di Desa Sebadai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur Laut. (Foto : Istimewa)
Warga saat menyelamatkan kendaraan roda dua yang terendam banjir di Desa Sebadai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur Laut. (Foto : Istimewa)

PIJARKEPRI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna, Kepulauan Riau mengabarkan sejumlah wilayah di daerah itu dilanda banjir 1,5 meter setelah hujan mengguyur beberapa waktu terakhir.

Hujan deras mengguyur Natuna, mengakibatkan puluhan kendaraan turut terendam air dan mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna, Raja Darmika mengatakan beberapa titik di wilayah itu terendam banjir diantaranya Desa Sebadai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur.

Menurut data yang didapatnya saat turun kelapangan, ketinggian air mencapai 1.5 meter, namun untuk di pemukiman warga hanya 1 meter.

“Hujan mulai jam sebelas malam, sampai jam satu dini hari, sekitar jam dua dini hari, wilayah itu terendam banjir. Saat kejadian warga sedang beristirahat,” ucapnya melalui telfon. Rabu (14/12).

Ia menyebut peristiwa itu mengakibatkan 20 kendaraan roda dua dan satu unit kendaraan roda empat ikut terendam. Beberapa diantaranya mengalami kerusakan. Namun lajut Darmika air tidak masuk kedalam rumah warga sebab, sudah didesain untuk mengantisipasi banjir (panggung).

“Langganan banjir, Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Menurut analisa timnya banjir disebabkan alur sungai yang semakin menyempit sehingga tidak mampu untuk menahan debit air yang turun. Oleh karna itu dibutuhkan normalisasi segera, agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

Ia menambahkan saat ini ketinggian air perlahan mulai menurun dan warga sudah bisa melakukan aktivitas kembali.

“Tadi kita turunkan 12 orang anggota untuk membantu mengurangi debit air. Kita juga dibantu warga dan pemerintah setempat,” tambahnya.

Atas peristiwa itu ia mengingatkan warga untuk tetap waspada sebab menurut data yang mereka punya, hujan akan kembali terjadi.

“Untuk warga yang tinggal di bantaran sungai, waspada dengan luapan sungai akibat derasnya hujan. Dan warga di pesisir pantai juga diharapkan waspada karna gelombang laut masuk dalam kategori ekstrim (4-6 meter),” pungkasnya. (MAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *