Kajati Kepri Sosialisasikan Restorative Justice Kepada Masyarakat Kecamatan Bunguran Barat

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Riau (Kepri) Gerry Yasid saat mensosialisasikan RJ kepada masyarakat Kecamatan Bunguran Barat. (Foto : Muhamad Nurman)
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Riau (Kepri) Gerry Yasid saat mensosialisasikan RJ kepada masyarakat Kecamatan Bunguran Barat. (Foto : Muhamad Nurman)

PIJARKEPRI.COM – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Riau (Kepri) Gerry Yasid mensosialisasikan restorative justice dan bersilaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Bunguran Barat, Natuna.

Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di gedung serbaguna Kecamatan Bunguran Barat, yang terletak di Sedanau dan diikuti oleh Kepala Desa, Lurah, dan ratusan masyarakat di daerah itu.

Bacaan Lainnya

Gerry Yasid menerangkan prinsip keadilan restoratif atau restorative justice merupakan alternatif penyelesaian perkara tindak pidana, yang dalam mekanisme (tata cara peradilan pidana) fokus pidana diubah menjadi proses dialog dan mediasi.

Dalam proses mediasi lanjut Gerry, pelaku, korban, keluarga pelaku, keluarga korban, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, atau pemangku kepentingan akan dilibatkan untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil melalui perdamaian dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula.

Ia mengingatkan tidak semua tindak pidana yang bisa diselesaikan melalui, namun hanya perkara tindak pidana ringan saja, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 364, 373, 379, 384, 407 dan 483 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dalam hal ini hukum yang diberikan adalah pidana penjara paling lama 3 bulan atau denda Rp 2,5 juta.

Kata Gerry tujuan dari RJ sendiri adalah untuk mempercepat dan menghemat biaya proses penyelesaian perkara.

“Kasus kecil, kita selesaikan melalui rumah RJ saja,” ucapnya. Selasa (13/12).

Ia menyebut untuk tahun 2021 hingga 2022 total perkara di Kepri yang sudah diselesaikan melalui mekanisme RJ sebanyak 36 perkara.

“Yang paling banyak di Batam,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Gerry juga mengingatkan Kepala Desa dan semua pejabat di dearah itu untuk tidak melakukan perbuatan melawan hukum.

Usai melakukan sosialisasi Kajati Kepri memberikan beras kepada 200 keluarga di Daerah itu.

“Semoga apa yang telah disampaikan dan diberikan bisa bermanfaat,” pungkasnya.

Pos terkait