Balita di Midai-Natuna Lahir Dibungkus Kantong Lantaran Alkes Tak Memadai

Postingan netizen yang menghebohkan lini massa media sosial, seorang balita dibungkus plastik untuk diselematkan setelah diketahui Puskesmas Midai, Natuna tak memiliki incubator, Senin (11/4/2022). (Foto: ss-fb-Henny Doank)
Postingan netizen yang menghebohkan lini massa media sosial, seorang balita dibungkus plastik untuk diselematkan setelah diketahui Puskesmas Midai, Natuna tak memiliki incubator, Senin (11/4/2022). (Foto: ss-fb-Henny Doank)

PIJARKEPRI.COM – Seorang balita terbungkus kantong plastik bening menjadi perbincangan hangat di media sosial facebook, Senin (11/4/2022) dinihari.

Foto balita terbungkus kantong ini muncul pertama kali dari unggahan akun di laman Facebook Henny Doank, dalam kurun waktu 15 jam terakhir.

Heni menjelaskan anak itu masih keluarganya yang baru saja melahirkan bayi secara prematur dan dibungkus kantong plastik.

Tindakan itu diambil keluarga lantaran keterbatsan alat medis (Alkes) incubator di Puskesmas Pulau Midai, Natuna yang merupakan satu-satunya sarana kesehatan masyarakat setempat.

Berikut cuplikan postingan Henny Doang yang pijarkepri sadur dari laman facebooknya dan sejumlah Group Facebook :

Ya Allah kasian kmu nak….

innalillahiwainalllahirojiun….

kejadian pahit ini..kami Doakan tidak terjadi di keluarga lain…. Ini adalah keponakan sye yg baru lahir td malam di pulai MIDAI TERCINTA… lahir dg keadaan prematur… jdi mmng brat dn keadaanya tidak normal….

tpi smpaii tadi pagi kami masih bernafas lga karna spertinya ank ini msih aktif brgrak…,” tulis Heni Doank, di laman Facebooknya.

pasti ad yg bertanya knapa di ttup KANTONG PLASTIK.. sya yg VC dr Ranai jge kaget…

ternyata karna tidak ada alat atau inkubator atau Open bayi.atau apalah namanya fasilitas medis….sehingga harus di tutup plastik sperti itu, biar hangat katanya, kami msyarakat awam tk mengrti….(sangat2sedih dan miris sekali rasanya)

kecewa skli dg klengkpan medis di Puskemas Midai yg sngat tidak memadai dn mnyedihkn… Midai adlh pulau yg jauh dari pusat kota atau kabupaten… harusnya pemerintah daerah tau..hal2 seperti ini akan trjadi… tpi apa boleh buat… pemikiran kita dn mereka brbeda….

Sekarang si kecil telah perpulng ke penciptanya…

slamat jlan nak,

Smoga kamu mnjadi pembuka mata dn pengetuk hati nurani utk penguasa di Daerah ini nak…..

amiin

Postingan Henny Doank ini dikomentar 342 kali. Banyak dari netizen mengutarakan rasa haru atas kondisi keluarga yang ditinggalkan.

Sebagian komentar netizen juga mengharapkan pristiwa tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah setempat.

“Semoga menjadi perhatian pemerintah Daerah setempat…

kok bisa puskesmas ga ada inkubator?

Al Fatihah,” tulis Junaidi SE, dilaman komentar Henny Doank

Midai merupakan satu diantara pulau terluar di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Daerah yang kaya hasil alam gas dan minyak bumi ini terbilang tertinggal dari Sarana dan Prasarana Kesehatan maupun Pendidikan.

Pewarta : Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *