Satres Narkoba Polres Lingga Tangkap Kurir Narkoba

Konferensi Pers Satres Narkoba Polres Lingga.
Konferensi Pers Satres Narkoba Polres Lingga.

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Satres Narkoba Polres Lingga menangkap kurir Narkotika yang di duga jenis sabu disalah satu hotel, di Dabo Singkep, Lingga, Sabtu, 29 Agustus 2020, kemarin.

Kapolres Lingga, AKBP Boy Herlambang melalui Kasat Narkoba Polres Lingga, Iptu Raja Vindho Valentino, di Lingga, Rabu (2/9/2020), mengatakan pengungkapan kasus tersebut, berdasarkan informasi yang mereka peroleh dari masyarakat.

Hal itu disampaikan Iptu Raja Vindho saat Konferensi Pers ungkap kasus tindak pidana Narkotika yang di duga jenis sabu, di ruangan Resnarkoba Mapolres Lingga, Jl. Batu Kacang, Km.5 Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepri.

Ia menjelaskan kronologis penangkapan dari hasil introgasi terhadap pelaku berinisial RM (29), pada 27 Agustus 2020, di Tanjung Balai Karimun, berkomunikasi dengan temannya berinisial H, dan ketika itu H meminta kepada RM untuk mengantarkan barang, namun pada saat itu barang yang akan diantarkan tidak disebutkan apa bentuk barangnya.

“Kemudian RM disuruh H untuk berangkat ke Tanjungpinang, ke esokan hari nya RM ke Tanjungpinang menggunakan kapal Ferri diberi ongkos sebesar Rp250 ribu, untuk pengantaran barang itu sendiri, RM dijanjikan akan diberikan upah sebesar Rp3 juta, namun upah ketika itu belum diberikan kepada RM,” kata Raja Vindho kepada media dalam Konferensi Pers, di di ruangan Resnarkoba Mapolres Lingga.

Iptu Raja Vindho melanjutkan, ketika barang sampai ditujuan yakni, Dabo Singkep uang upah mengantarnya baru akan diserahkan, pada esoknya 28 Agustus 2020, RM sampai ke Tanjungpinang pada pukul 16.00 Wib.

Kemudian, RM berkomunikasi dengan seseorang inisial DD, yang meminta RM untuk ‘stanby’ di Pelabuhan nanti akan ada orang yang menjemputnya, kemudian RM dijemput oleh orang yang tidak dikenalnya, kemudian pelaku diantar di Hotel OYO di Kilometer 6.

Setelah satu hari nginap dihotel OYO, kata Kasat lagi, pada esoknya 29 Agustus 2020, DD meminta RM untuk mengambil barang diluar hotel yang sudah ada seseorang yang juga tidak dikenal oleh RM, memberikan bingkisan dua botol Citra, kemudian RM diantar ke Pelabuhan, kemudian pada jam.11.30 pelaku berangkat ke Dabo Singkep menggunakan kapal Super Jet.

“Sore sampai di Dabo Singkep, dengan menggunakan trevel cuma belum tau tujuannya kemana, kemudian pelaku dihubungi kembali oleh tersangka DD yang mengarah kan untuk ke salah satu Hotel yang ada di Dabo Singkep,” terangnya.

Dikatakan, kemudian kita mendapat informasi dan kita bentuk tim melakukan penyelidikan cepat, dan pada pukul 22.00 Wib kami melakukan penggerebekan di kamar 114, kami dapati pelaku berada didalam kamar, pada saat dilakukan pengeledahan ditemukan botol Citra, namun botol Citra tersebut sudah di desain sedemikian rupa, sehingga ketika kami buka tidak ada isi nya, tapi petugas melihat masih ada ganjalan didalam botol Citra tersebut.

Kasat menerangkan, kemudian kita buka bagian bawahnya, kita dapati satu paket berbentuk kristal diduga narkotika jenis Sabu, kemudian tersangka kita amankan kita bawa ke kantor untuk di introgasi awal dan perkembangan kasus, dan RM ini bekerja sebagai nelayan di Natuna, karena ada pengaruh Covid-19 dia PHK oleh perusahannya, kemudian dia pindah ke Tanjung Balai Karimun, dari Tanjung Balai Karimun inilah dirinya berkominikasi dengan temannya H.

“Kemudian H menyuruh RM ke Tanjungpinang, untuk mengantarkan barang yang sudah dipesan oleh salah satu orang yang berdomisili di Dabo Singkep, yang sampai saat ini masih kita lakukan penyelidikan yang lebih dalam,” paparnya.

Untuk barang bukti yang kita amankan, tambah Kasat, berat bersih 24,55 Gram, atau seperempat Ons, untuk pengungkapan kasus Narkotika di Lingga ini, merupakan salah satu pengungkapan yang besar, dari pengakuan pelaku baru satu kali ini, namun pelaku pernah bermasalah dengan hukum pada tahun 2010 curamor diwilayah hukum Polres Natuna.

“Pasal yang disangkakan pada tersangka yakni, Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 (2), Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun,” tutupnya. (Aci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *