Melayu Raya Tolak Kedatangan 300 TKA Tiongkok PT.BAI

39 TKA Cina yang bekerja di PT BAI sebagai Tenaga Ahli saat dipulangkan ke negara asalnya melalui Bandara Internasional RHF Tanjungpinang, Kepri, Kamis (2/4/2020). (Foto; Istimewa)
39 TKA Cina yang bekerja di PT BAI sebagai Tenaga Ahli saat dipulangkan ke negara asalnya melalui Bandara Internasional RHF Tanjungpinang, Kepri, Kamis (2/4/2020). (Foto; Istimewa)

PIJARKEPRI.COM – Organisasi Kemasyarakatan Perhimpunan Melayu Raya di Tanjungpinang dan Bintan menolak kedatangan 300 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang didatangkan PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) hari ini melalui Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Sabtu (8/8/2020).

Korwil Melayu Raya Tanjungpinang, Arie Sunandar mengatakan, alasan penolakan Melayu Raya terhadap kedatang TKA tersebut lantaran penanganan wabah virus corona virus desese 2019 (Covid-19) di Kepulauan Riau kususnya Tanjungpinang Bintan belum juga selesai.

Menurut, Melayu Raya Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan kesepakatan menolak kedatangan TKA Tiongkok tersebut, dinilai sangat berbahaya lantaran potensi penyebaran virus Covid-19 masih terus meningkat.

“Kami tetap menolak masuknya TKA asal Tiongkok ke Kepri di masa pandemi ini. Pasalnya, penyebaran Covid-19 masih saja meningkat. Tidak hanya melalui local transmission, tetapi juga imported case,” kata Arie.

Mereka menilai 300 TKA dari Tiongkok yang didatangkan PT. BAI sangat rentan membawa virus Covid-19 ke dalam negeri, khususnya Kepulauan Riau. Potensi penyebaran Covid-19 dinilai rentan menyebar lebih cepat.

“Kondisi dan situasi penyebaran Covid-19 di Kepri dan sejumlah daerah yang masuk kedalam zona penyebaran Covid-19 belum juga usai. Jangan ujuk-ujuk datangkan tenaga kerja asing yang juga kita sama-sama ketahui negara tersebut belum juga aman dari Covid-19,” ujarnya.

Melayu raya mempertanyakan, keahlian para TKA Tiongkok itu. Menurut mereka, selama keahlian tenaga lokal masih ada sebaiknya tak perlu mendatangkan TKA Tiongkok.

“Bila hanya pekerjaan biasa mestinya dipercayakan saja pada tenaga lokal. Dengan begitu, investasi asing bisa dirasakan dampaknya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga : Carter Pesawat Sendiri, Hari Ini 300 TKA Tiongkok Tiba di Tanjungpinang

Menurut Arie, persoalan ketenagakerjaan di Indonesia masih perlu perhatian khusus. Seiring dengan merebaknya Covid-19. Terdapat banyak perusahaan yang terpaksa memutuskan hubungan kerja para kariawannya (PHK).

Jumlah pekerja terkena PHK mencapai jutaan orang di Indonesia. Pemerintah dinilai harus memberi perhatian lebih dengan menyediakan lapangan kerja baru.

“Kan, tidak elok jika investor dapat banyak. Mereka sudah mendapatkan izin eksplorasi SDA, lalu membawa tenaga kerja sendiri, hasil produksinya nanti dibawa ke negaranya. Lalu, apa lagi yang tersisa untuk kita?,” ungkapnya.

Terpisah, Direktur PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) Santoni menanggapi penolakan Perhimpunan Melayu Raya terkait kedatangan 300 orang TKA asal Republik Rakyat Tiongkok beserta 70 orang anak daerah yang disekolahkan disana, untuk bekerja di PT BAI dalam kurun waktu 4 bulan.

Santoni mengatakan, PT. BAI sudah mendapatkan izin untuk mendatangkan TKA dari Tiongkok. Menurutnya, penolakan atas kedatangan para tenaga ahli PT. BAI tersebut hanyalah kekhawatiran pihak penolak.

“Kami sudah mendapatkan izin. Kita ikut prosedur. Kaitan ada penolakan mungkin mereka kuatir belum jelas. Apa lagi kondisi Covid-19 ini. Namun kita tetap jaga kita putra daerah pasti kita jaga daerah kita sendiri.
Untuk memajukan daerah kita, Kepri, khususnya Bintan,” kata Santoni.

Dia mengharapkan semua pihak dapat mendukung proses percepatan pembangunan PT. BAI agar dapat cepat beroperasi. Dia mengutarakan, semua pihak perlu tahu bagaimana kesulitan untuk mendatangkan investasi di Kepulauan Riau.

“Harapan kita ‘sih adek-adek bisa tahu bagaimana sulitnya mendatangkan investor maupun investasi di Kepri. Dan bisa membawa nama Kepri ke luar, bahwa investasi di Indonesia khusus di Kepri sangat kondusif,” ujarnya.

“Kita sama-sama bangun ekonomi kepri yg lagi terpuruk akibat Covid-19.
Cinta Kepri ‘ya cinta investasi cinta pembangunan,” imbuhnya.

Santoni menjawab pertanyaan Melayu raya terkait mempertanyakan, keahlian para TKA Tiongkok. Menurut Melayu Raya, selama keahlian tenaga lokal masih ada sebaiknya tak perlu mendatangkan TKA Tiongkok.

Santoni menjelaskan terkait mendatangkan TKA asal RRT tersebut merupakan tanggungjawab perusahaan asal RRT yang merupakan perusahaan pemenang tender proyek tersebut di PT BAI.

“Ya peroyek ini mereka yang desain.
Jika ada terjadi sesuatu hal, siapa yang mau bertanggung jawab. Lagipun di Indonesia belum ada proyek alumina seperti ini. Kami tender ke mereka satu paket jadi. Ada masalah mereka yang bertanggungjawab. Itu masalahnya,” pungkasnya.

Dikabarkan, Melayu Raya akan meneruskan persoalan kedatangan 300 TKA dari RRT tersebut ke Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah pusat.

“Setelah kita kordinasi kita akan menyurati pemerintah Provinsi Kepri dan pusat,” ungkap Korwil Melayu Raya Tanjungpinang, Arie Sunandar.***

Pewarta : Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *