Nama Dandim 0315 Bintan Dicatut OTK Minta Uang, Masyarakat Diminta Hati-Hati

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0315/Bintan Kolonel Inf I Gusti Ketut Artasuyasa, saat dijumpai dalam suatu pertemuan, di Tanjungpinang. (Foto : aji/doc.pijarkepri.com)
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0315/Bintan Kolonel Inf I Gusti Ketut Artasuyasa, saat dijumpai dalam suatu pertemuan, di Tanjungpinang. (Foto : aji/doc.pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM – Nama Komandan Distrik Militer (Dandim) 0315/Bintan Kolonel Inf I Gusti Ketut Artasuyasa dikabarkan dicatut orang tak dikenal (OTK) untuk melakukan dugaan tindakan kriminalitas berupa pemerasan.

Komandan Kodim 0315/Bintan Kolonel Inf I Gusti Ketut Artasuyasa, di Tanjungpinang, Senin (1/6/2020), mengatakan sudah melaporkan pencatuttan nama beserta nomor seluler pribadinya oleh OTK diduga untuk meminta-minta uang kesejumlah personil militer dan pejabat di Kepri ke polisi.

“Sudah saya laporkan nomor seluler yang menggunakan foto saya ke Polres Tanjungpinang. Saat ini sedang dilacak keberadaannya,” kata I Gusti Ketut Artasuyasa.

Ia mengatakan informasi penggunaan namanya untuk memeras diterima dari sejumlah personil yang pernah bertugas bersamanya dan sejumlah pejabat di Kepri tempat dia bertugas.

Salah satu korban yang pernah mengadukan penggunaan foto, identitas Kolonel Inf I Gusti Ketut Artasuyasa yakni Ketua DPRD Kabupaten Lingga. Korban mengaku diminta uang untuk keperluan tertentu oleh orang yang mengaku sebagai Dandim 0315 Bintan.

“Jadi modusnya orang ini meminta-minta uang dan bantuan atas nama saya ke anggota saya seperti ditempat tugas saya dulu, Tanjung Balai, Karimun dan pejabat. Dulu juga pernah seperti ini, salah satu korbannya Ketua DPRD Lingga,” ungkapnya.

Screenshot nomor OTK yang menggunakan foto Komandan Distrik Militer (Dandim) 0315/Bintan Kolonel Inf I Gusti Ketut Artasuyasa untuk diduga meminta-minta uang ke masyarakat. (Foto: istimewa)

Kolonel Inf I Gusti Ketut Artasuyasa mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati berkomunikasi jika terdapat nomor seluler dan foto profil WhatsApp mengatasnamakan dirinya untuk meminta-minta uang dalam berbagai keperluan.

Masyarakat juga diharapkan untuk lebih waspada mengggunakan foto profil di WhatsApp, upaya untuk tidak disalahgunakan.

“Kita harus lebih berhati-hati menggunakan foto kita, jangan sampai disalahgunakan. Masyarakat harus berhati-hati, jika ada yang memeras minta uang atas nama saya segera lapor ke aparat penegak hukum,” ujarnya.

Pencatuttan identitas beserta foto juga pernah terjadi oleh Kapolsek Bukit Bestari, Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali semasa menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang.

Seorang OTK mencatut identitas AKP Efendri Ali untuk menawarkan transaksi jual beli mobil menggunakan uang muka kepada pengusaha melalui WhatsApp. Polisi kemudian memburu pelaku. (ANG)

Editor : Aji Anugraha

Pos terkait