Gugus Tugas Covid-19 Lingga Telusur Rekam Jejak Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

Petugas kesehatan RS. Bhayangkara TK IV Polda Kepri saat mengecek kesehatan pengendara melalaui Rapid Tes Covid-19 program Drive Thru Screening Rapid Test, di Batam, Rabu 29/4. (Foto : Humas Polda Kepri)
Petugas kesehatan RS. Bhayangkara TK IV Polda Kepri saat mengecek kesehatan pengendara melalaui Rapid Tes Covid-19 program Drive Thru Screening Rapid Test, di Batam, Rabu 29/4. (Foto : Humas Polda Kepri)

PIJARKEPRI.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Desese 2019 (Covid-19) Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau tengah menelusuri rekam jejak pasien Covid-19 rujukan Rumah Sakit Dabo yang meninggal dunia, di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam dan dinyatakan positif Covid-19, Minggu (31/5/2020).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lingga sekaligus Bupati Lingga, Alias Wello, mengatakan, berdasarkan hasil rapat Satgas Covid-19 Lingga, Sabtu (30/5/2020) malam, Gugus Tugas Covid-19 Lingga dikerahkan untuk menelusuri rekam jejak pasien berinisial S, yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut.

“Tim Gugus Kesehatan mulai besok harus bekerja untuk melakukan penelusuran pasien tersebut,” kata Alias Wello sebagaimana kesimpulan rapat Gugus Tugas Covid-19 Lingga.

Almarhum S (53), merupakan warga Dabo Singkep dengan alamat, Jalan Bukit Kapitan, Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. S sempat diambil Rapid Tes (Tes Cepat) Covid-19, di Lingga dan Batam, dengan hasil Non Reaktif.

Kemudian, S dirujuk dari RSUD Dabo Singkep ke RSUD Budi Kemuliaan, Batam pada 27 Mei 2020. S dinyatakan meninggal dunia pada 28 Mei 2020 dan dikebumikan secara pemulasaran. Berdasarkan hasil Sweb PCR pasien S dinyatakan positif pada Sabtu, (30/5/2020) malam.

dr. Indra, dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Lingga memprediksi S tertular di Dabo Singkep dan orang yang sempat berinteraksi dengan pasien S perlu ditelusuri.

“Ada kemungkinan pasien tersebut tertular di Dabo Singkep dan kontak erat dengan pasien perlu dilakukan penulusuran. Orang-orang yang itu ditetapkan sebagai OTG apabila tanpa gejala,” kata Indra dalam rapat Gugus Tugas Covid-19 Lingga.

Baca Juga : Pasien Rujukan RSUD Dabo Meninggal Dunia Positif Covid-19 di Batam

Indra mengungkapkan, kendala pelayanan kesehatan penanganan Covid-19 di Lingga masih minimnya alat kesehatan untuk pengambila sample pasien Covid-19 melalui Swab PCR.

“Kendala yang dihadapi di Kabupaten Lingga belum ada alat yang mendukung untuk melakukan Swab PCR Covid-19,” ungkapnya.

Fazinawati, Kabid P2P di Dinas Kesehatan Lingga, mengatakan Gugus Tugas Covid-19 Lingga akan segera membentuk tim dari Provinsi Kepri untuk menelusuri rekam jejak aktivitas pasien S sebelum terpapar Covid-19.

“Akan dibentuk Tim untuk melakukan penelusuran kontak erat dengan pasien tersebut dan akan dikirim Tim dari Provinsi untuk melakukan SWAB,” ungkapnya.

Sedangkan berdasarkan keterangan asi Surveilance Dinkes Lingga, Melayanti menuturkan, berdasarkan keterangan keluarga pasien S tidak pernah keluar daerah Lingga.

Keluarga menyebutkan, pasien S sempat melaksanakan ibadah berjamaah salat tarawih Ramadhan 1441 hijriah. Namun, istrinya mengatakan banyak orang luar yang salat di Musala tersebut.

“Tn. S tidak melakukan perjalanan ke luar daerah, pengakuan dari istri, Tn. S pernah mengatakan bahwa saat Salat Terawih di Musala belakang rumah, terdapat banyak orang luar menumpang Shalat tersebut,” ungkapnya.

Dia memprediksi penularan virus Covid-19 yang menyertai S dari kontak erat Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 yang sulit ditemukan.

“Ada kemungkinan pasien tersebut kontak erat dengan OTG yang kemungkinan susah untuk dilacak,” ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lingga juga akan menunda kebijakan membuka kembali aktivitas tatap muka di sekolah-sekolah.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Lingga juga memperketat pintu-pintu masuk Kabupaten Lingga sesuai Protokol kesehatan dengan pemeriksaan dan pengecekan.

(ACI/ANG)

Pos terkait